Sumber ilustrasi: Unsplash
15 April 2026 12.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [15.04.2026] Kesepian dipandang menjadi faktor yang membuat seseorang pada usia lanjut kesulitan dalam mengingat sesuatu. Akan tetapi dalam suatu studi besar di Eropa, penurunan kemampuan mengingat justru tidak nampak signifikan. Hasil ini keluar setelah studi ini mengikuti lebih dari 10,000 orang selama periode tujuh tahun.
Pada awalnya partisipan tes yang diketahui mengalami kesepian memiliki skor tes memori yang rendah. Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, penurunan kemampuan mengingat mereka tidaklah drastic, namun justru sama dengan mereka yang tidak merasa kesepian.
Studi yang dipublikasikan di jurnal peer-reviewed, Aging & Mental Health, menggunakan data dari Survey of Health, Ageing and Retirement in Europe atau SHARE. Studi yang telah lama berjalan ini memiliki partisipan 10,217 yang berumur antara 65 hingga 95 dari 12 negara Eropa.
Kesepian sendiri telah menjadi sorotan publik sebagai salah satu masalah kesehatan oleh karena kaitannya dengan usia hidup, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan secara keseluruhan kesejahkeraan individu tersebut. Hasil dari studi ini memberikan tambahan informasi terkait kaitan fungsi otak dengan kesepian pada orang lanjut usia yang juga memberikan data bahwa isolasi bukan satu-satunya penyebab meningkatnya dementia pada orang lanjut usia.
Para peneliti yang terdiri dari para ahli dari Universidad del Rosario di Colombia, Clínica Universitaria de Navarra dan Universitat de Valencia di Spain, dan Karolinska Institute di Sweden. mengatakan bahwa bagi mereka yang kesepian, khususnya bagi lanjut usia, suatu bentuk pengecekan terhadap kondisi mereka sendiri dapat menjadi suatu pengecekkan kondisi kesehatan kognitif tersendiri. Mereka mengatakan bahwa individu yang mengakui dirinya kesepian dapat menjadi satu cara meningkatkan kesehatan mereka kedepannya.
Penulis utama studi, Dr. Luis Carlos Venegas-Sanabria, dari School of Medicine and Health Sciences di Universidad del Rosario mengatakan bahwa temuan mereka ini, yaitu bahwa kesepian mempengaruhi memori, namun tidak mempengaruhi kecepatan penurunan memori itu sendiri mengejutkan. Hasil ini dipandangnya menunjukkan bahwa kesepian mungkin lebih mempengaruhi kemampuan mengingat seseorang lanjut usia, namun tidak terhadap kecepatan penurunan kemampuan mengingat mereka
Penurunan memori yang lebih tajam justru terlihat pada semua kelompok setelah beberapa tahun, khususnya antara tahun ketiga hingga ketujuh. Pola ini menunjukkan bahwa faktor usia dan proses biologis mungkin memiliki pengaruh lebih besar terhadap penurunan memori dibandingkan kesepian itu sendiri.
Penelitian juga menyoroti perbedaan tingkat kesepian antar wilayah di Eropa, dengan tingkat tertinggi ditemukan di wilayah selatan. Meskipun demikian, sebagian besar peserta melaporkan tingkat kesepian yang rendah hingga sedang, menunjukkan bahwa kondisi kesepian ekstrem hanya dialami oleh sebagian kecil populasi.
Faktor lain seperti aktivitas fisik, keterlibatan sosial, dan kondisi kesehatan turut diperhitungkan dalam analisis. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana berbagai variabel berinteraksi dalam memengaruhi fungsi kognitif.
Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena memperlakukan kesepian sebagai kondisi yang tetap, padahal dalam kenyataan perasaan tersebut dapat berubah seiring waktu yang dapat membuka peluang bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi dinamika kesepian secara lebih mendalam.
Kesepian memiliki kaitan dengan kemampuan memori yang lebih rendah pada tahap awal kehidupan lansia, namun tidak menunjukkan hubungan dengan percepatan penurunan kognitif dalam jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian lebih memengaruhi kondisi dasar fungsi memori daripada laju penurunannya, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih luas dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan otak pada usia lanjut.
Diolah dari artikel:
“Lonely people have worse memory but don’t decline faster, study finds” oleh Taylor & Francis Group. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260414075633.htm