Sumber ilustrasi: Pixabay
19 Mei 2026 15.35 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [19.05.2026] Apakah anda gemar mengkonsumsi kimchi? Makanan fermentasi yang terkenal dari Korea Selatan ini merupakan salah satu makanan populer yang banyak dikonsumsi di berbagai tempat, bahkan diluar dari Korea Selatan. Banyak yang sudah meneliti khasiat dan manfaat mengkonsumsi kimchi, bahkan penelitian terbaru dari Korea Selatan menunjukkan bahwa kimchi dapat membantu menghilangkan nanoplastik yang ada didalam tubuh.
Seperti yang diketahui, nanoplastik merupakan partikel plastik yang sangat kecil dengan ukuran lebih kecil dari 1 mikrometer (μm; seper seribu milimeter). Partikel ini terbentuk setelah plastik besar terurai seiring dengan waktu dan dapat memasuki tubuh melalui makanan dan minuman. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel tersebut berpotensi menembus sistem pencernaan dan terakumulasi di berbagai organ seperti ginjal dan otak.
Disinilah peran makanan fermentasi mulai mendapat perhatian sebagai sumber mikroorganisme yang berpotensi memberikan manfaat tambahan. Salah satu makanan yang banyak diteliti adalah kimchi, yang kaya akan bakteri asam laktat. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh National Research Council of Science & Technology melalui World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa mikroba dari kimchi mungkin memiliki kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan nanoplastik di dalam sistem pencernaan..
Penelitian yang dipimpin oleh Se Hee Lee dan Tae Woong Whon berfokus pada strain bakteri Leuconostoc mesenteroides CBA3656 yang diisolasi dari kimchi. Dalam pengujian laboratorium, bakteri ini menunjukkan kemampuan tinggi dalam menempel pada nanoplastik polistirena. Tingkat efisiensi adsorpsi mencapai 87 persen dalam kondisi standar, hampir setara dengan strain pembanding Latilactobacillus sakei CBA3608.
Perbedaan signifikan muncul ketika pengujian dilakukan dalam kondisi yang meniru lingkungan usus manusia. Dalam kondisi tersebut, kemampuan strain pembanding menurun drastis hingga sekitar 3 persen. Sebaliknya, Leuconostoc mesenteroides CBA3656 masih mampu mempertahankan daya ikat yang relatif tinggi, yakni sekitar 57 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa bakteri yang berasal dari kimchi memiliki ketahanan dan efektivitas yang lebih baik dalam kondisi biologis yang menyerupai sistem pencernaan manusia.
Eksperimen tidak berhenti pada tahap laboratorium. Para peneliti juga melakukan uji coba pada tikus bebas kuman untuk melihat dampak langsung bakteri tersebut dalam tubuh makhluk hidup. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberikan bakteri CBA3656 mengeluarkan nanoplastik dalam jumlah lebih dari dua kali lipat melalui feses dibandingkan dengan kelompok tikus yang tidak menerima perlakuan tersebut.
Temuan ini memberikan indikasi kuat bahwa bakteri probiotik dari kimchi dapat membantu tubuh mengikat partikel nanoplastik di dalam usus, kemudian mendorong proses pengeluarannya melalui sistem ekskresi. Mekanisme ini dinilai penting mengingat ukuran nanoplastik yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut menembus dinding usus dan terakumulasi pada organ vital seperti ginjal dan otak.
Penelitian ini juga memperluas pemahaman mengenai peran mikroorganisme dalam makanan fermentasi. Tidak hanya berfungsi dalam proses fermentasi atau membantu pencernaan, mikroba tersebut ternyata juga berpotensi berinteraksi dengan polutan lingkungan yang masuk ke dalam tubuh manusia. Para ilmuwan melihat peluang bahwa sumber daya mikroba dari makanan tradisional dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan biologis baru dalam menghadapi masalah kesehatan yang berkaitan dengan polusi plastik.
Se Hee Lee menyampaikan bahwa polusi plastik kini tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga telah berkembang menjadi isu kesehatan masyarakat. Dirinya juga menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan mikroorganisme dari makanan fermentasi tradisional memiliki potensi sebagai solusi biologis baru untuk mengatasi tantangan tersebut, sekaligus menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut akan terus dilakukan untuk mengembangkan nilai ilmiah dari sumber daya mikroba kimchi.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Bioresource Technology, yang menunjukkan relevansi penelitian ini dalam bidang teknik dan ilmu lingkungan. Para peneliti menilai bahwa pendekatan berbasis mikroba dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan strategi mitigasi dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia.
Penelitian mengenai interaksi antara mikroorganisme dan nanoplastik masih berada pada tahap awal, namun hasil yang diperoleh menunjukkan potensi besar untuk pengembangan solusi biologis di masa depan. Studi lanjutan diperlukan untuk memahami mekanisme kerja secara lebih mendalam serta memastikan efektivitasnya dalam tubuh manusia.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa bakteri probiotik dari kimchi memiliki kemampuan untuk mengikat nanoplastik di dalam sistem pencernaan dan meningkatkan proses ekskresinya, sehingga berpotensi menjadi pendekatan biologis dalam mengurangi akumulasi partikel plastik di dalam tubuh, meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penerapannya secara luas.
Diolah dari artikel:
“This popular fermented food may help flush microplastics from the body” oleh National Research Council of Science & Technology. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260517211451.htm