Rambut Ternyata Tumbuh Karena Gaya Tarik Sel?

Sumber ilustrasi: Magnific
08 Juli 2026 16.20 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [08.07.2026] Dalam buku-buku biologi, dijelaskan bahwa rambut manusia tumbuh karena sel-sel di dasar folikel rambut terus membelah dan mendorong batang rambut ke atas hingga keluar dari kulit kepala. Penjelasan tersebut telah menjadi konsep dasar dalam memahami pertumbuhan rambut dan menjadi acuan dalam berbagai penelitian maupun pengembangan terapi kerontokan rambut.

Namun demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mekanisme tersebut ternyata belum menggambarkan proses yang sebenarnya. Para ilmuwan menemukan bahwa pertumbuhan rambut tidak hanya bergantung pada pembelahan sel, tetapi juga dipicu oleh gaya tarik yang dihasilkan oleh pergerakan sel-sel di dalam folikel rambut. Temuan ini berpotensi mengubah cara ilmuwan memahami pertumbuhan rambut sekaligus membuka peluang baru dalam bidang pengobatan kerontokan rambut dan kedokteran regeneratif.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari L’Oréal Research & Innovation dan Queen Mary University of London tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. Dengan menggunakan teknologi pencitraan tiga dimensi secara langsung (3D live imaging), para peneliti berhasil mengamati aktivitas sel-sel hidup di dalam folikel rambut manusia secara real time, sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan menggunakan teknik mikroskopi konvensional.

Folikel rambut merupakan struktur kompleks yang berada di bawah permukaan kulit dan berfungsi menghasilkan setiap helai rambut. Di bagian dasarnya terdapat bulbus rambut (hair bulb), yaitu tempat sel-sel membelah dengan sangat cepat untuk membentuk rambut baru. Selama ini para ilmuwan menganggap bahwa pembelahan sel tersebut bekerja seperti ban berjalan yang terus mendorong rambut menuju permukaan kulit.

Untuk menguji apakah proses tersebut benar-benar menjadi satu-satunya mekanisme pertumbuhan rambut, para peneliti mengamati lapisan jaringan yang dikenal sebagai outer root sheath atau selubung akar luar. Lapisan ini mengelilingi batang rambut yang sedang tumbuh dan selama ini belum banyak diperhatikan dalam proses pertumbuhan rambut.

Hasil pengamatan memperlihatkan sesuatu yang tidak terduga. Sel-sel pada selubung akar luar ternyata bergerak ke arah bawah dalam pola spiral yang sangat teratur. Menariknya, pergerakan tersebut terjadi tepat pada lokasi munculnya gaya mekanis yang tampaknya menarik batang rambut ke atas.

Dr. Inês Sequeira dari Queen Mary University of London menjelaskan bahwa penelitian tersebut memperlihatkan adanya koordinasi gerakan sel yang sangat kompleks di dalam folikel rambut. Menurut Sequeira, selama puluhan tahun para ilmuwan beranggapan bahwa rambut keluar karena didorong oleh sel-sel yang membelah di bulbus rambut. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan di sekitar rambut justru bekerja menyerupai motor biologis kecil yang secara aktif menarik rambut ke arah atas.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan rambut baru dan gaya mekanis bekerja secara bersamaan selama proses pertumbuhan rambut. Dengan kata lain, pembelahan sel saja tidak cukup menjelaskan bagaimana rambut dapat terus memanjang.

Untuk memastikan dugaan tersebut, para peneliti melakukan serangkaian eksperimen yang memisahkan pengaruh pembelahan sel dari pengaruh pergerakan sel. Pada percobaan pertama, mereka menghambat proses pembelahan sel di dalam folikel rambut.

Jika teori lama benar sepenuhnya, pertumbuhan rambut seharusnya melambat secara drastis atau bahkan berhenti. Namun hasil percobaan menunjukkan bahwa folikel rambut tetap menghasilkan rambut dengan kecepatan yang hampir sama seperti sebelum pembelahan sel dihambat.

Percobaan berikutnya difokuskan pada aktin (actin), yaitu protein yang memungkinkan sel bergerak, berubah bentuk, dan menghasilkan gaya mekanis. Aktin merupakan salah satu komponen penting dalam hampir seluruh sel tubuh.

Ketika aktivitas aktin diganggu, hasilnya berubah secara drastis. Pertumbuhan rambut menurun lebih dari 80 persen. Penurunan yang sangat besar tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sel untuk bergerak dan menghasilkan gaya mekanis merupakan faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan rambut.

Tim peneliti kemudian menggunakan simulasi komputer untuk memahami bagaimana gaya mekanis tersebut bekerja. Model yang dikembangkan memperlihatkan bahwa gerakan sel yang terkoordinasi pada lapisan luar folikel mampu menghasilkan gaya tarik yang cukup kuat untuk menggerakkan batang rambut ke atas sesuai dengan pengamatan pada eksperimen.

Dr. Nicolas Tissot dari tim Advanced Research L’Oréal menjelaskan bahwa keberhasilan penelitian ini sangat bergantung pada teknologi pencitraan tiga dimensi time-lapse yang mampu merekam aktivitas sel hidup secara berkelanjutan. Menurut Tissot, gambar statis hanya mampu memberikan potongan informasi sesaat, sedangkan teknik baru tersebut memungkinkan para peneliti melihat pola migrasi sel, laju pembelahan sel, hingga pembentukan gaya mekanis yang sebelumnya tidak dapat diamati.

Kemampuan mengikuti pergerakan sel secara langsung memungkinkan para ilmuwan memahami proses biologis yang selama ini tersembunyi. Berbagai mekanisme yang tidak terlihat melalui metode konvensional akhirnya dapat dipelajari secara rinci.

Temuan ini juga membawa harapan baru bagi penelitian mengenai kerontokan rambut. Dr. Thomas Bornschlögl dari tim Advanced Research L’Oréal menjelaskan bahwa pertumbuhan rambut ternyata tidak hanya digerakkan oleh pembelahan sel, tetapi juga oleh tarikan aktif dari selubung akar luar. Menurut Bornschlögl, pemahaman baru mengenai mekanika folikel rambut tersebut membuka peluang untuk mempelajari gangguan rambut, mengembangkan obat baru, serta mempercepat kemajuan dalam rekayasa jaringan dan kedokteran regeneratif.

Para ilmuwan kini semakin menyadari bahwa jaringan biologis tidak hanya dikendalikan oleh gen maupun sinyal kimia, tetapi juga oleh gaya-gaya fisik. Pemahaman mengenai hubungan antara gaya mekanis dan pertumbuhan rambut dapat membantu pengembangan terapi yang tidak hanya menargetkan aspek biokimia, tetapi juga perilaku mekanis folikel rambut.

Walaupun penelitian ini dilakukan menggunakan folikel rambut manusia yang dipelihara dalam kultur laboratorium, bukan langsung pada manusia, hasilnya memberikan gambaran baru mengenai cara kerja folikel rambut. Para peneliti juga meyakini bahwa teknik pencitraan yang dikembangkan dapat dimanfaatkan untuk menguji efektivitas berbagai terapi kerontokan rambut dengan mengamati respons folikel hidup terhadap obat-obatan secara langsung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan rambut merupakan proses biologis yang jauh lebih kompleks daripada yang selama ini diajarkan. Rambut tidak hanya terdorong oleh pembelahan sel di dasar folikel, tetapi juga ditarik oleh gaya mekanis yang dihasilkan melalui gerakan sel-sel pada selubung akar luar. Penemuan tersebut membuka perspektif baru mengenai mekanisme pertumbuhan rambut dan berpotensi menjadi landasan bagi pengembangan terapi kerontokan rambut, rekayasa jaringan, serta penelitian biofisika di masa depan.

Diolah dari artikel:
“Textbooks were wrong: Scientists reveal how human hair really grows” oleh Queen Mary University of London. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260620100319.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *