Eskalasi Konflik Iran dengan AS dan Israel Kian Meningkat

Sumber ilustrasi: Unsplash
3 Maret 2026 10.50 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [03.03.2026] Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai target strategis di Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer gabungan kedua negara. Serangan tersebut menargetkan fasilitas rudal balistik, markas militer, serta sejumlah kapal perang Iran dalam operasi yang disebut sebagai bagian dari kampanye militer terkoordinasi.

Ledakan dilaporkan mengguncang berbagai wilayah, termasuk ibu kota Teheran, dengan kepulan asap terlihat membumbung tinggi di langit kota. Otoritas Iran menyatakan lebih dari 200 orang tewas sejak dimulainya gelombang serangan terbaru.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataan video menyampaikan bahwa Amerika akan membalas kematian personel militernya yang gugur dalam konflik tersebut. Tiga prajurit Angkatan Darat AS yang bertugas di Kuwait dilaporkan tewas akibat serangan balasan Iran, menandai korban pertama dari pihak Amerika sejak eskalasi terbaru.

Militer Israel merilis rekaman yang menunjukkan serangan terhadap pusat komando di Teheran. Serangan tersebut diklaim menyasar instalasi milik angkatan udara Iran, komando rudal, serta struktur keamanan dalam negeri yang sebelumnya terlibat dalam penanganan demonstrasi domestik.

Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal yang menghantam sejumlah wilayah Israel dan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia. Layanan darurat Israel melaporkan korban jiwa di Yerusalem dan Beit Shemesh, termasuk korban di sebuah rumah ibadah.

Konflik juga mulai meluas ke wilayah lain. Kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon mengklaim telah melakukan serangan terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Negara-negara Teluk Persia menyatakan kesiapan untuk merespons jika serangan Iran terus berlanjut, sementara sejumlah negara Eropa menawarkan dukungan logistik kepada Amerika Serikat.

Di Iran, ribuan pendukung pemerintah berkumpul di berbagai kota, termasuk Yazd dan Teheran, untuk berkabung atas kematian Khamenei. Televisi pemerintah Iran secara resmi mengumumkan kematian tersebut. Situasi di Teheran dilaporkan relatif sepi dengan aparat keamanan memperketat penjagaan di sejumlah titik strategis.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bahwa Prancis memperkuat postur pertahanan di Timur Tengah setelah insiden drone yang menghantam fasilitas militer Prancis. Inggris dan Jerman juga menyampaikan kesiapan bekerja sama dengan Amerika Serikat guna meredam eskalasi.

Pemerintah Iran mengumumkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa pemimpin tertinggi baru akan dipilih dalam waktu dekat. Pimpinan parlemen Iran menyampaikan bahwa tindakan militer Amerika Serikat dan Israel telah melewati batas yang ditetapkan Teheran.

Serangan terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam intensitas konflik dibandingkan ketegangan sebelumnya. Operasi gabungan AS dan Israel disebut sebagai hasil koordinasi tingkat tinggi selama beberapa bulan, dengan sasaran yang telah dipantau melalui intelijen waktu nyata. Seorang pejabat militer Israel menyebut operasi tersebut sebagai peluang strategis yang muncul dari kondisi lapangan dan konsolidasi target di lokasi yang sama.

Kematian Khamenei menciptakan kekosongan kepemimpinan di Iran setelah lebih dari tiga dekade memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik negara tersebut. Struktur kekuasaan Iran yang bertumpu pada lembaga ulama dan Garda Revolusi kini menghadapi fase transisi yang berpotensi memicu dinamika internal.

Eskalasi juga memperlihatkan risiko regional yang lebih luas. Serangan Iran ke Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain menandai perluasan konflik ke wilayah yang selama ini relatif stabil. Beberapa korban sipil dilaporkan akibat serpihan rudal maupun serangan langsung ke area non-militer.

Di Irak, milisi Syiah yang didukung Iran mengklaim menyerang pasukan Amerika di Bandara Baghdad. Di Lebanon, Hezbollah kembali terlibat dalam konfrontasi lintas perbatasan setelah periode relatif tenang selama lebih dari satu tahun. Pemerintah Lebanon sebelumnya telah mengimbau agar kelompok tersebut tidak memperluas konflik.

Sementara itu, Presiden Trump memberi sinyal terbuka untuk berdialog dengan kepemimpinan baru Iran setelah sebelumnya menyerukan perubahan pemerintahan. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan jalur diplomatik meskipun operasi militer masih berlangsung.

Di dalam negeri Iran, laporan dari sejumlah saksi menyebutkan bahwa sebagian warga tetap berada di rumah selama serangan udara. Aparat paramiliter Basij dilaporkan meningkatkan patroli dan pos pemeriksaan. Kondisi sosial menunjukkan adanya perbedaan respons publik terhadap perkembangan terbaru.

Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menandai fase baru dalam konflik kawasan Timur Tengah, terutama setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei. Operasi yang menyasar fasilitas strategis Iran direspons dengan serangan balasan yang memperluas dampak konflik hingga ke negara-negara di sekitar Teluk Persia, Irak, dan Lebanon. Korban jiwa dari berbagai pihak menunjukkan tingginya eskalasi dalam waktu singkat.

Di tengah operasi militer yang masih berlangsung, muncul indikasi kemungkinan jalur diplomasi melalui sinyal komunikasi dari Washington terhadap kepemimpinan baru Iran. Akan tetapu, dinamika politik internal Iran dan keterlibatan aktor regional lainnya berpotensi menentukan arah konflik dalam beberapa hari ke depan.

Diolah dari artikel:
“US, Israel pound Iran as Trump signals willingness to talk to new leadership after Khamenei’s death” oleh Jon Gambrell, Melanie Lidman, Josh Boak dan Eric Tucker.

Link: https://apnews.com/article/iran-israel-us-03-01-2026-693bc30bbbc98660d81f4a13f65ca10f

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *