Sumber ilustrasi: Freepik
7 Maret 2026 07.10 WIB – Akar
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Dalam situasi ekonomi yang ditandai oleh tekanan pasar, berbagai peringatan dari lembaga internasional, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik, faktor yang sering kali menentukan bukan hanya kekuatan indikator ekonomi semata, melainkan tingkat rasa percaya (trust) terhadap sistem kebijakan yang mengelola perekonomian tersebut. Rasa percaya menjadi elemen kunci karena sistem ekonomi modern sangat dipengaruhi oleh ekspektasi dan persepsi para pelaku ekonomi, baik investor global maupun masyarakat domestik.
Ketika berbagai lembaga internasional menyampaikan evaluasi yang lebih berhati-hati terhadap perekonomian suatu negara, perhatian pasar tidak lagi semata tertuju pada kondisi ekonomi saat ini, melainkan pada kemampuan pemerintah dan institusi ekonomi untuk menjaga stabilitas di masa depan. Dalam situasi seperti ini, rasa percaya berfungsi sebagai semacam modal tak berwujud yang menopang stabilitas sistem. Selama rasa percaya terhadap arah kebijakan dan kualitas tata kelola tetap terjaga, tekanan eksternal biasanya masih dapat dikelola tanpa menimbulkan gejolak yang berlebihan.
Rasa percaya tersebut bekerja melalui berbagai saluran. Di pasar keuangan internasional, rasa percaya investor menentukan apakah arus modal tetap stabil atau justru bergerak keluar. Jika investor meyakini bahwa kebijakan ekonomi tetap konsisten dan kredibel, maka volatilitas pasar cenderung lebih terbatas meskipun tekanan eksternal meningkat. Sebaliknya, ketika rasa percaya mulai melemah, bahkan perubahan kecil dalam sentimen global dapat memicu reaksi yang lebih besar pada nilai tukar, pasar obligasi, maupun pasar saham.
Hal yang sama berlaku dalam konteks domestik. Rasa percaya masyarakat terhadap kemampuan pemerintah mengelola ekonomi berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Ketika masyarakat percaya bahwa kebijakan yang diambil memiliki arah yang jelas dan mampu mengatasi tekanan yang muncul, penyesuaian ekonomi yang diperlukan dapat diterima dengan lebih baik. Namun apabila rasa percaya tersebut melemah, tekanan ekonomi dapat dengan cepat berkembang menjadi ketidakpastian yang lebih luas.
Karena itu, dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, menjaga dan bahkan meningkatkan tingkat rasa percaya menjadi salah satu prasyarat utama bagi keberhasilan pengelolaan ekonomi. Rasa percaya tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan optimistis, melainkan melalui konsistensi kebijakan, transparansi dalam pengambilan keputusan, serta kemampuan institusi ekonomi untuk merespons tantangan secara cepat dan kredibel.
Dengan demikian, upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan variabel makroekonomi seperti defisit, inflasi, atau nilai tukar, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan sistem kebijakan untuk memelihara keyakinan kolektif bahwa arah pengelolaan ekonomi tetap berada pada jalur yang dapat dipercaya. Dalam konteks ini, rasa percaya bukan sekadar faktor tambahan, melainkan fondasi yang memungkinkan berbagai kebijakan ekonomi bekerja secara efektif dalam menghadapi tekanan yang semakin kompleks. [desanomia – 070326 – dja]