Kenaikan Berat Badan Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kesehatan Jangka Panjang?

Sumber ilustrasi: Unsplash
12 April 2026 19.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [12.04.2026] Obesitas telah lama diketahui sebagai faktor risiko utama berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Dalam penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu terjadinya kenaikan berat badan memiliki peran yang sama pentingnya dengan jumlah berat badan itu sendiri. Studi yang dilakukan oleh Lund University menyoroti bahwa kenaikan berat badan pada usia muda membawa konsekuensi kesehatan yang lebih serius dibandingkan jika terjadi di usia yang lebih tua.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 600.000 individu dengan rentang usia antara 17 hingga 60 tahun. Para peneliti menganalisis perubahan berat badan sepanjang masa dewasa dan menghubungkannya dengan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Pendekatan ini memberikan perspektif baru karena tidak hanya melihat kondisi obesitas pada satu waktu tertentu, tetapi juga mempertimbangkan dinamika perubahan berat badan dalam jangka panjang.

Data yang digunakan berasal dari pengukuran berat badan yang dilakukan setidaknya tiga kali dalam periode hidup peserta, termasuk pada masa wajib militer, kehamilan awal, atau partisipasi dalam studi kesehatan. Selama periode pemantauan, tercatat puluhan ribu kematian pada laki-laki dan perempuan, sehingga memungkinkan analisis yang kuat terhadap hubungan antara pola kenaikan berat badan dan risiko kesehatan.

Hasil awal menunjukkan bahwa kenaikan berat badan yang terjadi lebih awal dalam kehidupan dewasa memiliki dampak paling besar terhadap kesehatan di masa depan. Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi paparan terhadap kelebihan berat badan merupakan faktor penting dalam menentukan risiko penyakit dan kematian.

Analisis data menunjukkan bahwa individu yang mengalami kenaikan berat badan lebih cepat selama masa dewasa memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, terutama akibat penyakit yang berkaitan dengan obesitas. Rata-rata kenaikan berat badan pada peserta sekitar 0,4 kilogram per tahun, namun peningkatan yang lebih cepat berkorelasi dengan risiko yang lebih besar.

Individu yang mulai mengalami obesitas pada usia 17 hingga 29 tahun khususnya memiliki risiko kematian dini sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia 60 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa awal mula obesitas menjadi faktor krusial dalam menentukan dampak kesehatan jangka panjang.

Peneliti mengaitkan fenomena ini dengan lamanya tubuh terpapar efek biologis dari kelebihan berat badan. Paparan yang berlangsung lebih lama memungkinkan terjadinya gangguan metabolisme dan kerusakan organ secara bertahap, yang pada akhirnya meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Meskipun demikian, terdapat pengecualian penting dalam hasil penelitian ini. Pada perempuan, risiko kematian akibat kanker tidak menunjukkan hubungan yang jelas dengan waktu kenaikan berat badan. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme biologis lain, seperti faktor hormonal, kemungkinan memiliki peran dalam menentukan risiko kanker.

Peneliti juga mempertimbangkan bahwa perubahan hormonal yang terjadi selama menopause dapat memengaruhi hubungan antara berat badan dan risiko kanker. Dalam konteks ini, berat badan mungkin mencerminkan proses biologis yang lebih kompleks, bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab.

Keunggulan utama penelitian ini terletak pada penggunaan data pengukuran berat badan yang dilakukan secara langsung oleh tenaga profesional. Pendekatan ini meningkatkan keandalan data dibandingkan metode yang mengandalkan ingatan peserta, sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya.

Selain itu, peneliti menekankan bahwa peningkatan risiko yang ditemukan perlu dipahami dalam konteks populasi. Angka peningkatan risiko mencerminkan pola umum dalam kelompok besar, bukan kepastian hasil pada setiap individu.

Penelitian ini juga menyoroti konsep masyarakat obesogenik, yaitu lingkungan yang mempermudah terjadinya kenaikan berat badan melalui faktor seperti pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan obesitas tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga memerlukan intervensi kebijakan publik.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan berat badan pada usia muda memiliki dampak yang lebih besar terhadap risiko kematian dini dibandingkan kenaikan berat badan di usia yang lebih tua, terutama karena lamanya paparan terhadap efek biologis obesitas. Meskipun terdapat pengecualian pada risiko kanker pada perempuan, temuan ini menunjukkan pentingnya pencegahan obesitas sejak dini sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Diolah dari artikel:
“Early weight gain is linked to lifelong health consequences” oleh Lund University. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260411022023.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *