Apakah Suplemen Kolagen Memberikan Manfaat yang Selama Ini Diklaim?

Sumber ilustrasi: Unsplash
08 Juni 2026 12.05 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [08.06.2026] Suplemen kolagen dalam merupakan salah satu produk yang paling populer dalam industri kesehatan dan kebugaran. Produk tersebut telah dipromosikan untuk berbagai manfaat, mulai dari menjaga kulit agar tampak lebih muda, memperkuat persendian, hingga meningkatkan performa olahraga. Meskipun popularitasnya terus meningkat, masih terdapat perdebatan mengenai seberapa kuat bukti ilmiah yang mendukung berbagai klaim tersebut.

Kolagen sendiri merupakan protein penting yang menyusun kulit, tulang, tendon, dan jaringan ikat lainnya. Berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya manfaat tertentu dari suplementasi kolagen. Akan tetapi, hasil penelitian yang tersedia sering kali memberikan kesimpulan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan analisis yang lebih menyeluruh terhadap seluruh bukti ilmiah yang telah ada.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Aesthetic Surgery Journal Open Forum berupaya memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai manfaat suplemen kolagen. Penelitian tersebut menggabungkan hasil dari 16 tinjauan sistematis, 113 uji coba terkontrol secara acak, serta melibatkan hampir 8.000 peserta dari berbagai negara. Analisis tersebut menjadi tinjauan terbesar yang pernah dilakukan mengenai suplementasi kolagen.

Penelitian tersebut dipimpin oleh para ilmuwan dari Anglia Ruskin University (ARU). Para peneliti melakukan meta-analisis dan meta-regresi terintegrasi pertama yang mencakup seluruh bidang kesehatan utama yang selama ini dikaitkan dengan penggunaan kolagen.

Dengan menggabungkan sejumlah besar bukti ilmiah, para peneliti mampu mengidentifikasi pola yang berkaitan dengan dosis maupun durasi penggunaan. Analisis menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi kolagen dalam jangka waktu lebih lama cenderung memperoleh peningkatan yang lebih besar pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Durasi penggunaan yang lebih panjang juga dikaitkan dengan berkurangnya rasa sakit serta kekakuan pada penderita osteoartritis. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat suplementasi kolagen pada kesehatan sendi tampaknya menjadi lebih nyata ketika digunakan secara konsisten dalam jangka waktu tertentu.

Selain pengaruh terhadap kulit dan persendian, suplementasi kolagen juga dikaitkan dengan peningkatan moderat pada massa otot, struktur otot, serta struktur tendon. Para peneliti menilai bahwa temuan tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap kemungkinan peran kolagen dalam mendukung proses penuaan yang sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolagen dapat membantu mempertahankan beberapa aspek kesehatan sistem muskuloskeletal seiring bertambahnya usia. Akan tetapi, manfaat yang diperoleh secara umum bersifat sedang dan tidak menunjukkan perubahan yang sangat besar.

Di sisi lain, penelitian tersebut menemukan sedikit bukti yang mendukung berbagai klaim mengenai peningkatan performa olahraga. Meskipun kolagen sering dipasarkan kepada atlet dan penggemar kebugaran, analisis yang dilakukan tidak menemukan manfaat yang berarti terhadap performa latihan maupun proses pemulihan.

Para peneliti tidak menemukan adanya peningkatan yang signifikan pada pemulihan otot setelah berolahraga, rasa nyeri otot, maupun sifat mekanis tendon. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kolagen tidak dapat dianggap sebagai solusi cepat untuk meningkatkan kemampuan atletik.

Tim peneliti juga meninjau berbagai studi yang mengkaji pengaruh kolagen terhadap kesehatan mulut serta berbagai parameter kardiometabolik seperti kadar kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Dalam bidang tersebut, bukti ilmiah yang tersedia dinilai kurang meyakinkan. Hasil berbagai penelitian menunjukkan temuan yang beragam atau belum memberikan kesimpulan yang pasti. Bukti kuat yang menunjukkan bahwa kolagen secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan metabolik, penyakit gusi, maupun hasil kosmetik dalam kedokteran gigi juga masih terbatas.

Para peneliti mencatat bahwa uji klinis yang lebih baru cenderung menghasilkan temuan yang lebih kuat pada beberapa bidang tertentu. Kondisi tersebut kemungkinan mencerminkan perkembangan dalam formulasi kolagen serta peningkatan kualitas desain penelitian.

Lee Smith, Profesor Kesehatan Masyarakat di Anglia Ruskin University dan salah satu penulis studi tersebut, menjelaskan bahwa penelitian terbaru tersebut berhasil menghimpun bukti paling kuat yang tersedia hingga saat ini mengenai suplementasi kolagen.

Menurut Lee Smith, kolagen bukanlah obat untuk segala kondisi kesehatan. Akan tetapi, penggunaan yang konsisten dalam jangka panjang memiliki manfaat yang dapat dipercaya, terutama untuk kesehatan kulit dan osteoartritis. Lee Smith juga menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut memperlihatkan manfaat yang jelas pada sejumlah aspek penting penuaan sehat sekaligus membantu meluruskan beberapa mitos yang berkembang mengenai penggunaannya.

Lee Smith juga berpendapat bahwa penelitian tersebut merupakan langkah penting menuju panduan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan pengembangan penelitian masa depan yang lebih berkualitas. Lee Smith menekankan perlunya lebih banyak uji klinis berkualitas tinggi yang meneliti dampak kesehatan jangka panjang, dosis yang paling optimal, serta perbedaan manfaat berdasarkan sumber kolagen yang digunakan.

Penelitian tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Profesor Lee Smith dari Anglia Ruskin University dan Dr. Roshan Ravindran dari KLNIK. Para peneliti berharap studi-studi berikutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai manfaat kolagen dalam berbagai aspek kesehatan manusia.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa suplementasi kolagen memiliki manfaat yang didukung oleh bukti ilmiah, terutama untuk meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit serta membantu mengurangi gejala osteoartritis. Manfaat tambahan pada kesehatan sistem muskuloskeletal juga ditemukan meskipun dalam tingkat yang moderat. Sebaliknya, bukti mengenai peningkatan performa olahraga, kesehatan metabolik, dan kesehatan mulut masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian berkualitas tinggi yang lebih banyak untuk memahami secara lebih menyeluruh manfaat serta batasan penggunaan kolagen.

Diolah dari artikel:
“The biggest collagen study yet reveals what actually works” oleh Anglia Ruskin University. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260604044302.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *