Sumber ilustrasi: Pixabay
24 Juni 2026 15.25 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [24.06.2026] Pedoman kesehatan masyarakat mengenai olahraga dan nutrisi dirancang terutama untuk mencegah kekurangan gizi dan penyakit. Pendekatan tersebut berhasil menetapkan kebutuhan minimum yang diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Namun demikian, semakin banyak ilmuwan yang mulai mempertanyakan apakah standar minimum tersebut cukup untuk membantu manusia mencapai kesehatan optimal, mempertahankan kemandirian di usia lanjut, serta menjaga fungsi fisik dan mental sepanjang hidup.
Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutrition mengemukakan bahwa rekomendasi saat ini mengenai aktivitas fisik dan konsumsi protein mungkin belum sepenuhnya mencerminkan apa yang diperlukan untuk mencapai kualitas hidup terbaik. Menurut penulisnya, Dr. Chris Macdonald dari Lucy Cavendish College, University of Cambridge, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa banyak orang dapat memperoleh manfaat dari tingkat aktivitas fisik dan asupan protein yang lebih tinggi daripada yang umumnya direkomendasikan saat ini.
Macdonald menjelaskan bahwa nasihat kesehatan masyarakat selama ini cenderung berfokus pada jumlah minimum yang diperlukan untuk mencegah masalah kesehatan. Akan tetapi banyak orang tidak hanya ingin terhindar dari penyakit, namun juga ingin tetap kuat dan memiliki ketajaman mental hingga usia lanjut.
Peninjauan yang dilakukan dalam makalah tersebut mengumpulkan berbagai penelitian mengenai hubungan antara olahraga dan kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, fungsi kognitif yang lebih kuat, serta ketahanan yang lebih besar terhadap berbagai penurunan fungsi yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi antara latihan aerobik dan latihan ketahanan memberikan manfaat yang sangat besar. Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, dan bersepeda membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sementara latihan ketahanan membantu mempertahankan massa otot, kekuatan tubuh, dan kemampuan bergerak secara mandiri.
Macdonald berpendapat bahwa olahraga seharusnya tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencegah penyakit. Aktivitas fisik juga merupakan sarana penting untuk mempertahankan kekuatan, mobilitas, dan kemandirian seseorang selama mungkin.
Selain membahas olahraga, makalah tersebut juga meninjau kembali rekomendasi mengenai protein. Pedoman yang berlaku saat ini di Inggris sebagian besar didasarkan pada kebutuhan untuk mencegah kekurangan protein pada orang dewasa yang kurang aktif secara fisik. Pendekatan tersebut tidak secara khusus dirancang untuk memaksimalkan kesehatan, performa fisik, atau kualitas hidup.
Menurut penelitian yang dikaji dalam makalah tersebut, kelompok tertentu mungkin memerlukan asupan protein yang lebih tinggi. Kelompok tersebut mencakup individu yang aktif berolahraga, lansia, serta perempuan yang sedang hamil. Pada kelompok-kelompok ini, protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot, mendukung pemulihan jaringan, dan menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.
Makalah tersebut juga menyoroti bukti bahwa pola makan tinggi protein dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Protein meningkatkan rasa kenyang dan menghasilkan efek termik yang lebih tinggi dibandingkan nutrien lainnya, sehingga tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mencerna dan memproses makanan tersebut.
Manfaat tersebut tidak hanya berdampak pada komposisi tubuh, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kesehatan metabolik secara lebih luas. Dengan demikian, protein tidak hanya berfungsi sebagai bahan pembangun otot, tetapi juga sebagai komponen penting dalam pengelolaan berat badan dan kesehatan jangka panjang.
Penulis juga menekankan bahwa konsumsi protein yang lebih tinggi tidak harus bergantung pada makanan berbasis daging. Dengan perencanaan yang tepat, pola makan berbasis tumbuhan dapat menyediakan protein dalam jumlah yang memadai. Bukti mengenai hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya atlet angkat beban dan binaragawan vegan yang mampu mencapai performa tinggi tanpa mengonsumsi produk hewani.
Alih-alih mengganti pedoman yang sudah ada, Macdonald mengusulkan agar rekomendasi kesehatan dilengkapi dengan panduan tambahan yang berorientasi pada apa yang disebutnya sebagai “hasil kesehatan optimal.” Pendekatan tersebut bertujuan memberikan informasi yang lebih praktis mengenai bagaimana olahraga dan nutrisi dapat digunakan untuk mempertahankan performa fisik dan kognitif sepanjang hidup.
Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap olahraga intensitas tinggi dan pola makan tinggi protein. Selama ini kedua hal tersebut sering dikaitkan dengan binaraga dan tujuan estetika semata. Padahal manfaat yang lebih penting justru berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kesehatan hingga usia tua.
Macdonald berpendapat bahwa tujuan sebenarnya bukanlah memperoleh tubuh ideal untuk ditampilkan di pantai, melainkan memiliki kemampuan untuk tetap aktif, bermain dengan cucu, mengangkat barang secara mandiri, dan mempertahankan fungsi ingatan di masa tua berkat tubuh dan pikiran yang kuat.
Menurutnya, gambaran mengenai orang lanjut usia yang rapuh, lambat bergerak, dan memiliki banyak gangguan kesehatan sering kali dianggap sebagai konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari proses penuaan. Macdonald mengemukakan bahwa dalam banyak kasus kondisi tersebut dapat mencerminkan gaya hidup yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
Pandangan tersebut mendorong perlunya pendekatan yang lebih proaktif dalam kesehatan masyarakat. Daripada menerima begitu saja konsekuensi dari gaya hidup yang kurang aktif, masyarakat perlu didorong untuk mengambil langkah yang dapat mempertahankan kesehatan dan kemandirian mereka selama mungkin.
Makalah ini menunjukkan bahwa rekomendasi minimum mengenai olahraga dan protein mungkin cukup untuk mencegah kekurangan dan penyakit tertentu, tetapi belum tentu cukup untuk mencapai kesehatan optimal. Bukti terbaru mengindikasikan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi serta asupan protein yang lebih besar dapat membantu mempertahankan kekuatan, fungsi kognitif, komposisi tubuh yang sehat, dan kemandirian pada usia lanjut. Pendekatan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pencegahan penyakit, tetapi juga pada upaya memaksimalkan kualitas hidup sepanjang rentang kehidupan manusia kini menjadi suatu keperluan.
Diolah dari artikel:
“Scientists say most people need more protein than current guidelines suggest” oleh Lucy Cavendish College, University of Cambridge. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260622091429.htm