Sumber ilustrasi: Magnific
6 Agustus 2026 16.05 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [06.08.2026] Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperdebatkan apakah postur tubuh benar-benar mampu memengaruhi pikiran, emosi, maupun perilaku seseorang. Sebagian penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa posisi tubuh, seperti berdiri atau duduk dengan percaya diri, dapat memengaruhi suasana hati dan rasa percaya diri. Namun, temuan-temuan tersebut juga menuai kritik karena peserta penelitian sering kali mengetahui tujuan eksperimen sehingga mungkin bertindak sesuai harapan peneliti, bukan karena pengaruh postur itu sendiri.
Sebuah penelitian terbaru dari McGill University menghadirkan pendekatan yang berbeda untuk menguji hubungan tersebut. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang duduk dengan posisi tegak melaporkan suasana hati yang lebih positif dan mengambil keputusan yang lebih menguntungkan dalam permainan berbasis risiko dibandingkan peserta yang duduk membungkuk maupun kelompok kontrol. Temuan tersebut dipublikasikan dalam British Journal of Psychology.
Penelitian dipimpin oleh Prof. Jorge Armony dari Departemen Psikiatri dan Psikologi McGill University bersama mahasiswa pascasarjana Soren Wainio-Theberge, yang mengembangkan gagasan awal penelitian tersebut. Tim merekrut hampir 200 peserta dari komunitas McGill University untuk mengikuti serangkaian pengujian di laboratorium.
Pada tahap awal, seluruh peserta menyelesaikan beberapa tugas menggunakan monitor komputer. Setelah itu mereka diminta melanjutkan tugas lain menggunakan sebuah tablet. Para peneliti mengatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi sebuah aplikasi seluler sehingga peserta tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari eksperimen.
Pengaturan tablet dirancang sedemikian rupa agar secara tidak langsung memengaruhi postur tubuh peserta. Pada kelompok pertama, tablet ditempatkan di atas penyangga yang didukung meja dengan tinggi yang dapat disesuaikan sehingga peserta terdorong untuk duduk tegak. Pada kelompok kedua, tablet diletakkan rata di atas meja yang lebih rendah sehingga peserta cenderung membungkuk dan condong ke depan ketika menggunakannya.
Pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk menghindari kelemahan penelitian terdahulu. Para peneliti tidak pernah meminta peserta untuk mengubah posisi duduk secara sadar, melainkan mengubah lingkungan fisik sehingga perubahan postur terjadi secara alami tanpa diketahui peserta.
Setelah itu seluruh peserta memainkan permainan pengambilan risiko menggunakan balon virtual. Dalam permainan tersebut, pemain memperoleh hadiah yang semakin besar setiap kali terus mengembangkan balon. Akan tetapi, apabila balon meledak, seluruh hadiah yang telah diperoleh pada putaran tersebut akan hilang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang duduk tegak cenderung mengambil risiko yang lebih besar dibandingkan kelompok lain. Menariknya, keputusan tersebut justru menghasilkan hadiah yang lebih tinggi sehingga para peneliti menyimpulkan bahwa peserta tidak bertindak lebih ceroboh.
Menurut Jorge Armony, pola tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak menjadi lebih impulsif, melainkan lebih mampu mengambil risiko secara efektif. Dengan kata lain, keberanian mengambil keputusan meningkat tanpa mengorbankan kualitas pertimbangan.
Selain permainan tersebut, para peserta juga diminta mengisi kuesioner mengenai kondisi emosional mereka. Hasilnya memperlihatkan bahwa kelompok yang duduk tegak melaporkan perasaan bangga yang secara signifikan lebih kuat dibandingkan kelompok yang duduk membungkuk. Perasaan bangga diketahui berkaitan dengan suasana hati yang lebih positif.
Untuk memastikan bahwa perubahan postur benar-benar terjadi, tim peneliti menggunakan perangkat lunak analisis video yang mengukur sudut leher setiap peserta selama eksperimen berlangsung. Pengukuran objektif tersebut memastikan bahwa pengaturan meja dan tablet memang berhasil menghasilkan posisi duduk yang diinginkan.
Setelah seluruh eksperimen selesai, para peneliti juga melakukan wawancara dengan peserta. Sebagian besar peserta mengaku tidak menyadari bahwa postur tubuh mereka sebenarnya sedang dimanipulasi selama penelitian berlangsung. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa perubahan perilaku yang diamati bukan disebabkan oleh harapan peserta terhadap eksperimen.
Menurut Armony, hasil penelitian ini tidak berarti bahwa memperbaiki posisi duduk akan langsung mengubah kehidupan seseorang secara drastis. Namun, penelitian tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur kecil dalam lingkungan sehari-hari kemungkinan memiliki pengaruh yang dapat diukur terhadap suasana hati maupun cara seseorang mengambil keputusan.
Temuan tersebut juga membuka kemungkinan baru mengenai pentingnya ergonomi di tempat kerja. Posisi meja, tinggi layar komputer, maupun desain ruang kerja selama ini lebih banyak dipertimbangkan untuk kenyamanan fisik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengaturan tersebut mungkin juga memiliki dampak terhadap kondisi psikologis serta kualitas pengambilan keputusan.
Penelitian ini sekaligus memberikan pendekatan metodologis yang lebih kuat dibandingkan sejumlah penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara postur tubuh dan kondisi mental. Dengan mengubah lingkungan, bukan memberikan instruksi langsung kepada peserta, para peneliti berhasil meminimalkan kemungkinan bias akibat ekspektasi peserta terhadap hasil penelitian.
Meskipun efek yang ditemukan relatif kecil dan masih diamati dalam kondisi laboratorium yang terkendali, hasil tersebut memperlihatkan bahwa tubuh dan pikiran saling memengaruhi dengan cara yang lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami. Perubahan sederhana dalam cara seseorang duduk ternyata dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan dirinya sendiri sekaligus membuat keputusan.
Penelitian terbaru dari McGill University menunjukkan bahwa duduk dengan posisi tegak dapat meningkatkan suasana hati dan membantu seseorang mengambil risiko secara lebih efektif dibandingkan duduk membungkuk. Dengan menggunakan desain eksperimen yang menyamarkan tujuan penelitian serta pengukuran postur secara objektif, para peneliti menemukan bahwa perubahan kecil pada lingkungan fisik dapat memberikan dampak psikologis yang nyata meskipun tidak besar. Temuan tersebut membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana desain ruang kerja dan ergonomi dapat mendukung kesehatan mental sekaligus kualitas pengambilan keputusan.
Diolah dari artikel:
“Sitting up straight may improve your mood and decision-making” oleh McGill University. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/08/260804034624.htm