Fakta Menarik Hiu: Bisa Berhitung dan Menyukai Jazz?

Sumber ilustrasi: Magnific
21 Juli 2026 18.45 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [21.07.2026] Apa yang muncul di benak anda ketika mendengar kata hiu? Hiu sering digambarkan sebagai predator laut yang hanya mengandalkan insting, kekuatan rahang, dan kemampuan berburu. Gambaran tersebut memang mencerminkan sebagian sifatnya, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan keunikan kelompok hewan yang telah berevolusi selama ratusan juta tahun tersebut.

Sebagai salah satu predator vertebrata paling awal di Bumi, hiu telah melewati perubahan iklim ekstrem, kepunahan massal, dan berbagai transformasi ekosistem laut. Perjalanan evolusi yang sangat panjang menghasilkan kemampuan bertahan hidup, kecerdasan, sistem sensorik, perilaku sosial, dan strategi reproduksi yang jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan banyak orang.

Hiu atau nenek moyang terdekatnya diketahui berhasil melewati seluruh lima peristiwa kepunahan massal utama dalam sejarah Bumi. Salah satu peristiwa tersebut adalah kepunahan Perm-Trias yang dikenal sebagai Great Dying, bencana iklim paling merusak yang pernah dialami planet ini.

Peristiwa tersebut memusnahkan sebagian besar kehidupan di Bumi, termasuk sekitar 90 persen organisme laut. Meskipun banyak kelompok hewan menghilang, garis evolusi hiu tetap bertahan dan kemudian menyebar ke hampir seluruh lingkungan laut yang ada saat ini.

Kemampuan bertahan tersebut menunjukkan bahwa hiu memiliki fleksibilitas evolusioner yang luar biasa. Berbagai spesies mampu menempati perairan dangkal, laut terbuka, dasar samudra, kawasan tropis, hingga wilayah yang sangat dingin.

Di luar kemampuan bertahan hidup, penelitian juga memperlihatkan bahwa hiu memiliki kapasitas belajar yang cukup tinggi. Hiu mampu membedakan suara yang sedikit berbeda, mengenali pola abstrak, serta membedakan bentuk geometris dengan warna tertentu.

Dalam sebuah eksperimen, hiu bambu abu-abu muda mampu mengingat informasi mengenai bentuk dan ilusi optik selama hampir satu tahun. Kemampuan mengingat dalam jangka panjang tersebut menunjukkan bahwa proses belajar pada hiu tidak hanya bersifat sementara.

Hiu juga dapat melakukan perhitungan dasar. Beberapa individu mampu membedakan kelompok berjumlah tiga dan lima atau empat dan tujuh, meskipun mengalami kesulitan ketika jumlahnya sangat berdekatan, seperti empat dan lima.

Kemampuan tersebut menantang anggapan bahwa hiu merupakan predator yang sepenuhnya dikendalikan oleh rasa lapar. Sistem saraf hiu ternyata mampu memproses pola, jumlah, suara, dan hubungan antara suatu isyarat dengan imbalan.

Salah satu penelitian paling menarik melibatkan hiu Port Jackson yang hidup di sekitar Australia. Para peneliti melatih hiu untuk berenang menuju lokasi tertentu di dalam akuarium ketika musik dimainkan, lalu memberikan makanan sebagai hadiah.

Penelitian dari Macquarie University di Sydney menunjukkan bahwa hiu mampu menghubungkan musik jazz dengan lokasi pemberian makanan. Namun, hubungan serupa tidak berhasil dibentuk ketika musik klasik diputar.

Peneliti Culum Brown menjelaskan bahwa hiu tampaknya memahami adanya tindakan yang harus dilakukan ketika musik klasik terdengar, tetapi tidak mampu menentukan bahwa mereka harus menuju lokasi lain. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hiu dapat mempelajari isyarat suara, meskipun kemampuan membedakan beberapa rangkaian tugas tetap memiliki batas.

Keunikan hiu juga terlihat dalam cara mereka bereproduksi. Sebagian spesies bertelur, tetapi spesies lain seperti hiu banteng dan hiu martil membawa anaknya di dalam rahim.

Anak dari beberapa spesies memperoleh nutrisi melalui tali pusar seperti bayi manusia. Setelah lahir, bekas tali pusar dapat meninggalkan pusar sementara sampai jaringan tersebut sembuh dalam beberapa minggu atau bulan.

Kelompok hiu lain menggunakan sistem reproduksi yang berbeda. Embrio berkembang di dalam telur yang tetap berada di dalam tubuh induk sampai menetas, kemudian anak dilahirkan dalam keadaan hidup.

Hiu spiny dogfish berkembang biak melalui cara tersebut. Masa kehamilannya dapat berlangsung sampai dua tahun, menjadikannya salah satu masa kehamilan terpanjang di antara vertebrata.

Strategi reproduksi yang lebih ekstrem ditemukan pada hiu harimau pasir. Anak-anak spesies tersebut telah menghadapi persaingan hidup bahkan ketika masih berada di dalam rahim induknya.

Hiu harimau pasir betina memiliki dua rahim dan masing-masing dapat ditempati oleh beberapa embrio. Embrio yang berkembang lebih cepat akan memakan saudara-saudaranya sampai hanya tersisa satu individu di setiap rahim.

Perilaku tersebut disebut kanibalisme intrauterin atau adelphophagy, yang berarti memakan saudara sendiri. Setelah pesaingnya habis, embrio yang tersisa memakan telur-telur tidak dibuahi yang terus dihasilkan oleh induk.

Sumber nutrisi tersebut membuat anak hiu tumbuh lebih besar dan kuat sebelum dilahirkan. Strategi ini meningkatkan peluang anak yang tersisa untuk bertahan hidup setelah memasuki lingkungan laut.

Hiu juga tidak selalu menjalani kehidupan sebagai pemburu soliter. Beberapa spesies membentuk hubungan sosial dan mempertahankan kelompok yang sama selama bertahun-tahun.

Hiu karang abu-abu diketahui berkumpul dengan kelompok pertemanan yang sama hingga empat tahun. Kelompok tersebut dapat pecah menjadi beberapa bagian, bergerak secara terpisah, kemudian bergabung kembali mengikuti perubahan musim.

Hiu lemon muda juga hidup dalam kelompok dan mempelajari keterampilan baru melalui interaksi sosial. Keterampilan tersebut mencakup cara menemukan makanan serta menghindari predator.

Hiu lemon cenderung memilih teman yang berukuran serupa dan pernah ditemui sebelumnya. Pola tersebut menunjukkan adanya pengenalan individu dan preferensi sosial dalam kehidupan hiu.

Bahkan hiu putih besar yang sering dianggap sepenuhnya menyendiri mungkin memiliki hubungan sosial yang dekat. Dua individu bernama Simon dan Jekyll pernah diamati melakukan perjalanan bersama sejauh sekitar 6.000 kilometer tanpa berpisah.

Keunikan lain terdapat pada kulit hiu. Permukaannya tidak dilapisi sisik biasa, melainkan ribuan struktur kecil menyerupai gigi yang disebut dentikel.

Dentikel menjadi lebih rata ketika air mengalir di sepanjang tubuh, sehingga mengurangi hambatan dan membantu hiu berenang lebih efisien. Jika disentuh berlawanan arah, kulit tersebut terasa seperti amplas kasar.

Pada abad ke-18, perajin Italia menggunakan kulit hiu untuk menghaluskan bagian tepi biola Stradivarius yang sangat berharga. Di Inggris pada zaman Victoria, bahan tersebut digunakan oleh pembuat kabinet dan dikenal sebagai shagreen.

Hiu terkadang menyentuhkan bagian tubuhnya kepada benda asing untuk merasakan tekstur dan kekerasannya. Perilaku tersebut dapat berfungsi sebagai pemeriksaan awal terhadap objek yang belum dikenali.

Sistem sensorik hiu juga jauh melampaui lima indra dasar manusia. Hiu dapat mendeteksi perubahan tekanan air, impuls listrik, dan kemungkinan medan magnet Bumi.

Sepanjang kedua sisi tubuh terdapat saluran bernama lateral line yang berisi cairan dan sel sensorik. Gerakan air membuat sel-sel menyerupai rambut di dalam saluran bergerak, sehingga hiu dapat mendeteksi getaran dari lingkungan sekitarnya.

Hiu juga memiliki pit organs yang tersebar di tubuh. Fungsi lengkap organ tersebut belum dipahami, tetapi para peneliti menduga struktur itu membantu mendeteksi gerakan atau perubahan tekanan air.

Pada bagian kepala terdapat ratusan hingga ribuan pori yang disebut ampula Lorenzini. Setiap pori terhubung dengan sel saraf yang sangat peka terhadap medan listrik.

Organ tersebut memungkinkan hiu mendeteksi impuls listrik dari kontraksi otot hewan lain, termasuk detak jantung. Kemampuan itu membantu hiu menemukan mangsa dalam kegelapan atau mendeteksi hewan yang bersembunyi di bawah pasir.

Ampula Lorenzini juga diduga mampu mendeteksi medan magnet Bumi. Kemampuan tersebut kemungkinan membantu hiu melakukan perjalanan ribuan kilometer melintasi samudra dan kembali ke lokasi tertentu.

Usia evolusioner hiu menjadi salah satu fakta yang paling mengesankan. Bukti fosil paling awal dari nenek moyang hiu berupa kumpulan sisik yang berusia sekitar 450 juta tahun.

Usia tersebut sekitar 60 juta tahun lebih tua daripada pohon pertama, 220 juta tahun lebih tua daripada dinosaurus, sekitar 350 juta tahun lebih tua daripada cincin Saturnus, dan 380 juta tahun lebih tua daripada Bintang Utara.

Gigi pertama yang menyerupai gigi hiu muncul sekitar 410 juta tahun lalu. Kelompok ikan yang bentuknya lebih jelas menyerupai hiu berkembang sekitar 380 juta tahun lalu.

Sebagian ikan purba tersebut mungkin belum dapat dikategorikan sebagai hiu sejati, tetapi memiliki hubungan dekat dengan garis evolusi hiu modern. Sekitar 195 juta tahun lalu, kelompok hiu modern tertua mulai muncul dengan rahang fleksibel yang dapat menonjol ke depan dan kemampuan berenang yang lebih cepat.

Saat ini, sekitar 500 spesies hiu telah diidentifikasi. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan puncak keragamannya sekitar 50 juta tahun lalu, tetapi spesies baru masih terus ditemukan.

Manusia dan hiu juga memiliki nenek moyang bersama yang hidup sekitar 440 juta tahun lalu. Organisme tersebut lebih menyerupai hiu daripada manusia, tetapi menjadi bagian dari sejarah evolusi yang akhirnya menghasilkan dua garis keturunan berbeda.

Berbagai temuan tersebut memperlihatkan bahwa hiu bukan sekadar predator ganas, melainkan kelompok hewan purba dengan kecerdasan, hubungan sosial, sistem reproduksi kompleks, kulit berstruktur khusus, serta kemampuan sensorik yang sangat maju. Keberhasilan melewati lima kepunahan massal dan bertahan selama ratusan juta tahun menunjukkan betapa efektifnya adaptasi hiu, sekaligus menegaskan bahwa keberadaan manusia dan predator laut tersebut tetap terhubung dalam sejarah panjang kehidupan di Bumi.

Diolah dari artikel:
“Good at maths and into jazz: Nine extraordinary things you probably didn’t know about sharks” oleh Jocelyn Timperley, Sofia Quaglia, Katherine Latham dan Stephen Dowling. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.bbc.com/future/article/20260713-nine-extraordinary-things-you-probably-didnt-know-about-sharks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *