Sumber ilustrasi: Pixabay
17 Juli 2026 14.25 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [17.07.2026] Bit, bayam, dan kale dikenal sebagai sayuran yang kaya akan nitrat, senyawa alami yang dapat membantu menurunkan tekanan darah setelah diubah menjadi nitrit oleh bakteri di dalam mulut. Proses tersebut merupakan langkah penting karena nitrit berperan melemaskan dan melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Ilmuwan berupaya mencari cara agar konversi nitrat menjadi nitrit berlangsung lebih efisien sehingga manfaat kesehatan dari sayuran kaya nitrat dapat ditingkatkan.
Sebuah penelitian terbaru dari King’s College London menemukan pendekatan yang tidak terduga. Mengunyah permen karet yang mengandung gula setelah mengonsumsi jus bit ternyata mampu meningkatkan pembentukan nitrit di dalam tubuh untuk sementara waktu. Temuan yang dipublikasikan dalam British Journal of Clinical Pharmacology tersebut menunjukkan bahwa tingkat keasaman di dalam mulut memiliki peran penting dalam menentukan seberapa efektif tubuh memanfaatkan nitrat dari makanan.
Bakteri mulut merupakan komponen utama dalam proses perubahan nitrat menjadi nitrit. Akan tetapi pengaruh tingkat keasaman air liur terhadap proses tersebut belum pernah dipelajari secara menyeluruh pada manusia selama beberapa jam.
Dr. Andrew Webb dari School of Cardiovascular & Metabolic Medicine & Sciences, King’s College London, menjelaskan bahwa hubungan antara keasaman air liur dan konversi nitrat menjadi nitrit merupakan pertanyaan mendasar karena berkaitan langsung dengan berbagai fungsi fisiologis, termasuk pengaturan tekanan darah. Webb juga mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya yang dilakukan timnya menemukan jus grapefruit justru menurunkan keasaman air liur dan menghambat pembentukan nitrit. Berdasarkan hasil tersebut, tim kemudian menguji apakah meningkatkan keasaman air liur akan menghasilkan efek yang berlawanan.
Untuk menguji hipotesis tersebut, para peneliti merekrut relawan sehat dalam penelitian dengan desain crossover. Seluruh peserta meminum satu takaran jus bit, kemudian mengunyah salah satu dari dua jenis permen karet, yaitu permen karet bergula Hubba Bubba® atau permen karet bebas gula Wrigley’s Extra®, selama tiga hingga enam jam.
Selama percobaan berlangsung, para peneliti secara berkala mengambil sampel darah dan air liur serta memantau tekanan darah setiap peserta. Setelah jeda minimal satu minggu, seluruh peserta kembali menjalani percobaan menggunakan jenis permen karet yang berbeda sehingga setiap orang memperoleh kedua perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permen karet bergula menurunkan pH air liur sebesar sekitar 1,4 poin dibandingkan permen karet bebas gula. Penurunan pH tersebut membuat lingkungan di dalam mulut menjadi lebih asam.
Perubahan keasaman tersebut diikuti peningkatan kadar nitrit sebesar 45 persen di dalam air liur dan sekitar 25 persen di dalam sirkulasi darah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tubuh mampu memanfaatkan nitrat dari jus bit dengan lebih efektif ketika peserta mengunyah permen karet bergula.
Perubahan tersebut juga berdampak pada tekanan darah. Tekanan darah sistolik turun hampir 3 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik turun hampir 2 mmHg dibandingkan saat peserta mengunyah permen karet bebas gula.
Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai anjuran untuk mengonsumsi atau mengunyah permen karet bergula secara rutin sebagai terapi tekanan darah tinggi. Efek yang diamati hanya berlangsung selama beberapa jam, sedangkan konsumsi gula dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi maupun kesehatan metabolik.
Webb menjelaskan bahwa temuan tersebut justru memberikan gambaran bagaimana tradisi mengonsumsi makanan penutup manis setelah hidangan yang kaya sayuran dapat memberikan peningkatan sementara terhadap manfaat nitrat dari makanan. Webb juga berpendapat bahwa permen karet kemungkinan menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan minuman manis karena gula berada lebih lama di dalam rongga mulut.
Temuan tersebut juga menarik perhatian para peneliti olahraga. Nitrat dari bit telah lama digunakan sebagai suplemen alami untuk meningkatkan performa atlet, sehingga meningkatkan efisiensi konversi nitrat menjadi nitrit berpotensi memberikan manfaat fisiologis yang lebih besar.
Dr. Charlotte Mills dari University of Reading menjelaskan bahwa bakteri di dalam mulut memainkan peran utama dalam menghasilkan senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah. Mills menilai keberadaan gula tampaknya menciptakan lingkungan yang lebih mendukung proses tersebut sehingga menjadi bukti awal bahwa pemanfaatan nitrat dari makanan masih dapat dioptimalkan.
Namun, Mills kembali menegaskan bahwa penelitian tersebut bukanlah rekomendasi untuk mulai rutin mengunyah permen karet bergula. Fokus penelitian berikutnya adalah mengembangkan pendekatan lain yang lebih aman bagi kesehatan gigi dan metabolisme, tetapi tetap mampu menghasilkan efek yang sama terhadap konversi nitrat.
Menurut Mills, tantangan berikutnya adalah menemukan metode yang efektif untuk meningkatkan pemanfaatan nitrat tanpa harus meningkatkan konsumsi gula. Pendekatan tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi penderita tekanan darah tinggi, tetapi juga bagi atlet yang mengandalkan nitrat sebagai bagian dari strategi peningkatan performa.
Tim peneliti kini berencana melakukan penelitian berskala lebih besar dengan melibatkan atlet. Penelitian lanjutan tersebut akan mengevaluasi pengaruh permen karet bergula terhadap metabolisme nitrat, tekanan darah, dan performa olahraga dalam kondisi yang lebih beragam.
Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemanfaatan nitrat dari makanan ternyata dipengaruhi oleh kondisi di dalam mulut, khususnya tingkat keasaman air liur. Mengunyah permen karet bergula setelah mengonsumsi jus bit terbukti meningkatkan pembentukan nitrit dan menghasilkan penurunan tekanan darah yang bersifat sementara. Temuan tersebut bukan merupakan rekomendasi untuk mengonsumsi gula lebih banyak, melainkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi baru yang lebih aman untuk meningkatkan manfaat nitrat bagi kesehatan kardiovaskular dan performa olahraga.
Diolah dari artikel:
“Chewing bubble gum after beetroot may help lower blood pressure” oleh King’s College London. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/07/260713084904.htm