Sumber ilustrasi: Pixabay
9 Maret 2026 09.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [09.03.2026] Kurma telah lama menjadi bagian penting dari tradisi Ramadan di berbagai negara Timur Tengah, khususnya di kawasan Gulf Cooperation Council (GCC). Selama berabad-abad, buah ini tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol keramahan, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat Muslim. Tradisi memulai berbuka dengan kurma memiliki akar religius yang kuat karena mengikuti praktik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Selain nilai tradisionalnya, kurma juga dikenal sebagai buah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kurma mengandung gula alami, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu tubuh memulihkan energi setelah menjalani puasa sepanjang hari. Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan kurma sebagai makanan yang sering direkomendasikan untuk mengawali makan setelah periode puasa.
Studi ilmiah juga menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat dalam kurma, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa, memungkinkan tubuh mendapatkan energi secara cepat. Selain itu, serat makanan yang terdapat dalam kurma membantu sistem pencernaan bekerja lebih efektif. Kondisi ini menjadikan kurma sebagai salah satu makanan alami yang mendukung keseimbangan energi selama Ramadan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Food Science & Technology melaporkan bahwa kurma mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi serta berbagai mineral penting seperti kalium, magnesium, dan kalsium. Kandungan tersebut juga dilengkapi vitamin B yang berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kurma tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mendukung kesehatan jantung, sistem pencernaan, dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Nilai gizi kurma menjadikannya makanan yang sangat sesuai dikonsumsi saat berbuka puasa. Kandungan gula alami dalam buah ini mampu meningkatkan kadar energi tubuh secara cepat setelah berjam-jam tidak menerima asupan makanan. Selain itu, kandungan serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan membantu mengontrol pola makan setelah berbuka.
Mineral seperti kalium dan magnesium dalam kurma berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta fungsi otot dan saraf. Zat besi yang terkandung dalam buah ini juga berkontribusi pada pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, kurma sering dianggap sebagai makanan yang membantu tubuh memulihkan kondisi fisik setelah menjalani puasa sepanjang hari.
Selain kandungan nutrisi, keragaman jenis kurma juga memberikan pilihan yang luas bagi konsumen. Salah satu varietas yang cukup dikenal adalah kurma Fard yang berasal dari Oman. Varietas ini memiliki ukuran sedang hingga besar dengan warna gelap serta tekstur semi-lembap yang memberikan sensasi kenyal ketika dikonsumsi. Rasa manis yang relatif ringan membuat jenis ini sering digunakan sebagai camilan maupun bahan masakan.
Varietas lain yang populer adalah kurma Kalmi atau Safawi yang berasal dari Arab Saudi. Kurma ini memiliki bentuk memanjang dan dikenal kaya akan serat serta mineral seperti kalium dan magnesium. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan kurma Kalmi sebagai camilan alami yang dapat memberikan tambahan energi tanpa mengandung kolesterol.
Kurma Zahidi juga menjadi varietas yang banyak dikonsumsi. Buah ini memiliki warna kuning keemasan hingga cokelat muda dengan tekstur semi-kering. Tekstur lembut yang menyerupai mentega membuatnya sering disebut sebagai “butter dates”. Kandungan serat dan mineral pada varietas ini membuatnya sering digunakan sebagai bahan makanan sehat, baik untuk camilan maupun tambahan dalam berbagai hidangan.
Salah satu varietas yang paling terkenal secara global adalah kurma Medjool. Kurma yang berasal dari Maroko ini dikenal karena ukurannya yang besar dan rasa manisnya yang kuat dengan nuansa rasa karamel dan madu. Kandungan kaliumnya dilaporkan lebih tinggi dibandingkan pisang, sehingga memberikan nilai nutrisi tambahan bagi tubuh. Karena karakteristik tersebut, Medjool sering dijuluki sebagai raja kurma.
Selain varietas tersebut, terdapat pula kurma Kimia dari Iran yang terkenal karena teksturnya yang lembut serta kualitasnya yang tinggi. Kurma ini berukuran sedang hingga besar dan mengandung berbagai vitamin serta mineral yang mendukung kesehatan tubuh.
Varietas lain yang cukup populer adalah kurma Sayar atau Stamaran yang berasal dari Iran dan Arab Saudi. Kurma ini memiliki bentuk lonjong panjang dengan warna cokelat gelap serta rasa karamel yang khas. Kandungan serat dan mineral dalam kurma Sayar menjadikannya bahan yang sering digunakan dalam pembuatan kue maupun berbagai hidangan tradisional.
Perkembangan sektor pertanian di kawasan GCC juga melahirkan varietas baru seperti Nabtat Ali. Varietas ini merupakan hasil pengembangan yang dirancang agar lebih tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki produktivitas tinggi. Rasa manis yang kaya serta tekstur padat membuat Nabtat Ali semakin populer dalam berbagai hidangan Ramadan modern.
Selain dikonsumsi dalam bentuk tradisional, kurma juga mengalami inovasi dalam berbagai produk makanan dan minuman. Salah satu inovasi yang semakin populer adalah jus kurma yang dibuat dengan mencampurkan kurma dengan air, susu, atau buah-buahan lain. Minuman ini sering diperkaya dengan rempah seperti kayu manis atau kapulaga untuk menambah aroma serta nilai gizi.
Smoothie berbahan dasar kurma juga mulai banyak dikonsumsi sebagai pilihan minuman sehat selama Ramadan. Campuran kurma dengan yogurt, kacang-kacangan, dan buah-buahan menghasilkan minuman yang kaya nutrisi serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tren gaya hidup sehat juga mendorong meningkatnya popularitas camilan berbasis kurma, seperti energy bar. Produk ini biasanya dibuat dari campuran kurma, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah. Energy bar berbahan kurma dianggap sebagai alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan makanan ringan tinggi gula.
Inovasi lain yang menarik perhatian adalah cokelat kurma gourmet. Dalam produk ini, kurma dipadukan dengan cokelat hitam premium serta berbagai isian seperti hazelnut, pistachio, atau karamel. Kombinasi tersebut menghasilkan perpaduan rasa yang unik sekaligus mempertahankan nilai gizi dari buah kurma.
Konsumsi kurma selama Ramadan juga meningkat secara signifikan karena faktor budaya dan religius. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Economic and Social Research pada tahun 2016 memperkirakan bahwa negara-negara GCC mengalami peningkatan konsumsi kurma sebesar 30 hingga 40 persen selama bulan Ramadan.
Tradisi berbuka puasa dengan kurma dan air juga memiliki manfaat fisiologis bagi tubuh. Kombinasi tersebut membantu menstabilkan kadar gula darah setelah periode puasa serta mengurangi keinginan untuk makan secara berlebihan saat makan utama. Kandungan nutrisi dalam kurma juga membantu tubuh mempertahankan cairan sehingga mengurangi risiko dehidrasi.
Kurma merupakan buah yang memiliki peran penting dalam tradisi Ramadan sekaligus memiliki nilai gizi yang tinggi. Kandungan gula alami, serat, vitamin, dan mineral menjadikan kurma sebagai sumber energi yang cepat serta membantu tubuh memulihkan kondisi setelah menjalani puasa sepanjang hari. Berbagai penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat mendukung kesehatan pencernaan, keseimbangan energi, dan kesehatan jantung.
Selain nilai tradisionalnya, kurma juga terus berkembang melalui inovasi kuliner modern seperti smoothie, energy bar, dan cokelat premium berbahan kurma. Meskipun bentuk penyajiannya terus berubah mengikuti perkembangan zaman, kurma tetap mempertahankan posisinya sebagai simbol budaya, sumber nutrisi, dan bagian penting dari pengalaman berbuka puasa selama Ramadan.
Diolah dari artikel:
“Dates in Ramadan 2026: A sweet tradition packed with nutrients” oleh Shilpa Annie Joseph. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.