Perangkat Mirip Plester Membuka Jalan untuk “Merasakan” Dunia Virtual?

Sumber ilustrasi: Unsplash
9 April 2026 12.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [09.04.2026] Perkembangan teknologi digital selama ini telah menghadirkan pengalaman visual dan audio yang semakin realistis melalui ponsel, tablet, dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga kini aspek sentuhan masih menjadi tantangan besar dalam dunia virtual. Teknologi haptik, yang berkaitan dengan sensasi sentuhan, sejauh ini umumnya hanya menghadirkan getaran sederhana tanpa mampu meniru detail tekstur nyata.

Upaya untuk menghadirkan pengalaman sentuhan yang lebih realistis terus dilakukan oleh para ilmuwan. Salah satu inovasi terbaru datang dari pengembangan perangkat kecil yang dikenakan di ujung jari, menyerupai plester. Perangkat bernama VoxeLite ini dirancang untuk mensimulasikan tekstur sehingga objek virtual dapat “dirasakan” layaknya benda di dunia nyata.

Dalam pengujian awal, perangkat ini menunjukkan kemampuan yang menjanjikan. Pengguna dapat mengenali pola cekungan virtual pada permukaan halus serta membedakan tekstur kain yang kasar dan halus. Hasil menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan interaksi manusia dengan lingkungan digital.

VoxeLite merupakan lembaran tipis berbahan lateks elastis yang membungkus ujung jari seperti perban. Di dalamnya terdapat jaringan node kecil berbentuk setengah bola yang tersusun dalam pola kisi. Setiap node dapat dikontrol secara independen dan berfungsi sebagai “piksel sentuhan” yang menciptakan sensasi tekstur.

Pengembangan perangkat ini menghadapi tantangan dalam menentukan jarak antar node. Jarak tersebut harus cukup rapat untuk meniru detail tekstur halus, namun tetap memungkinkan otak membedakan tiap titik rangsangan. Dalam versi uji coba, jarak antar node ditetapkan sekitar 1,6 milimeter, yang terbukti efektif dalam menghasilkan sensasi realistis.

Cara kerja VoxeLite bergantung pada interaksi dengan permukaan yang dapat menghantarkan listrik. Saat jari digerakkan di atas permukaan tersebut, node mendeteksi perubahan tegangan listrik. Perbedaan muatan ini menghasilkan gesekan yang menyebabkan node miring dan bergetar, sehingga menciptakan sensasi kasar atau halus. Tegangan yang lebih tinggi menghasilkan sensasi lebih kasar, sementara tegangan rendah memberikan sensasi lebih halus.

Dibandingkan teknologi haptik sebelumnya yang banyak menggunakan motor kecil, pendekatan berbasis perubahan muatan listrik memungkinkan respons yang jauh lebih cepat, hingga ratusan kali per detik. Hal ini memungkinkan perangkat menghadirkan detail tekstur dengan kecepatan yang mendekati sentuhan nyata.

Pengujian menunjukkan bahwa pengguna mampu mengidentifikasi arah gerakan dengan tingkat akurasi tinggi, serta mencocokkan tekstur virtual dengan material nyata seperti kulit dan korduroi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu menyampaikan informasi taktil secara cukup akurat.

Meski demikian, terdapat keterbatasan yang perlu diperhatikan. Perangkat ini hanya dapat berfungsi pada permukaan konduktif, sementara sebagian besar benda sehari-hari tidak memiliki sifat tersebut. Bahkan layar sentuh modern yang bersifat konduktif tetap tidak kompatibel karena adanya lapisan pelindung yang menghalangi interaksi langsung.

Perangkat ini juga masih dalam tahap awal pengembangan. Meskipun bagian yang dikenakan di jari berukuran kecil, sistemnya masih terhubung dengan rangkaian eksternal yang cukup besar. Upaya miniaturisasi menjadi langkah penting untuk memungkinkan penggunaan yang lebih praktis di masa depan.

Potensi penerapan teknologi ini cukup luas. Dalam bidang perdagangan daring, teknologi ini dapat memungkinkan pengguna merasakan tekstur pakaian sebelum membeli. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi membantu penyandang tunanetra dalam membaca informasi atau memahami peta melalui sentuhan.

VoxeLite merupakan inovasi penting dalam pengembangan teknologi haptik yang berupaya menghadirkan pengalaman sentuhan realistis di dunia virtual melalui sistem node kecil berbasis perubahan muatan listrik, meskipun masih memiliki keterbatasan pada media penggunaan dan ukuran perangkat, namun potensinya dalam berbagai bidang seperti belanja daring dan aksesibilitas menunjukkan arah baru dalam interaksi manusia dengan teknologi digital.

Diolah dari artikel:
“This Band Aid-like device could let you ‘feel’ the virtual world” oleh Stephen Ornes. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.snexplores.org/article/touch-virtual-texture-haptic-device

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *