Cahaya Memperkuat Struktur Tanaman Sekaligus Menghambat Pertumbuhannya?

Sumber ilustrasi: Unsplash
14 April 2026 07.05 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [14.04.2026] Cahaya selama ini dikenal sebagai faktor utama yang mendukung pertumbuhan tanaman melalui proses fotosintesis. Penelitian terbaru dari Osaka Metropolitan University menunjukkan bahwa peran cahaya tidak sesederhana itu. Selain mendorong pertumbuhan, cahaya juga dapat memperkuat struktur tanaman dengan cara yang justru membatasi ekspansi sel.

Studi ini mengungkap mekanisme baru yang belum diketahui sebelumnya dalam perkembangan tanaman. Bahwa paparan cahaya meningkatkan kekuatan adhesi antara lapisan epidermis, yaitu bagian terluar tanaman, dengan jaringan di dalamnya. Fenomena ini diamati pada batang muda kacang polong yang menjadi objek penelitian utama.

Perbedaan signifikan terlihat antara tanaman yang tumbuh dalam kondisi terang dan gelap. Tanaman yang terpapar cahaya memiliki ikatan yang lebih kuat antar lapisan jaringan dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh tanpa cahaya. Temuan ini menunjukkan bahwa cahaya berperan dalam membentuk struktur fisik tanaman, bukan hanya dalam proses metabolisme.

Penelitian yang dipimpin oleh Kouichi Soga dari Graduate School of Science berfokus pada pengukuran kekuatan adhesi antar jaringan tanaman menggunakan teknik khusus. Hasilnya menunjukkan bahwa cahaya meningkatkan keterikatan antara epidermis dan jaringan bagian dalam secara signifikan. Fenomena ini dinilai sebagai temuan baru dalam studi biologi tanaman.

Untuk memahami penyebabnya, tim peneliti menggunakan mikroskop fluoresensi dan menemukan adanya peningkatan kadar senyawa asam p-kumarat pada tanaman yang terpapar cahaya. Senyawa ini dikenal sebagai asam fenolat yang berperan dalam memperkuat dinding sel tanaman. Peningkatan produksi senyawa tersebut memperkuat struktur internal tanaman melalui penguatan ikatan antar jaringan.

Penjelasan dari peneliti utama menunjukkan bahwa akumulasi asam p-kumarat menjadi faktor penting dalam meningkatkan adhesi antar lapisan jaringan. Dengan kata lain, cahaya memicu perubahan kimia yang berdampak langsung pada kekuatan fisik struktur tanaman.

Peningkatan kekuatan ini, namun demikian, membawa konsekuensi terhadap pertumbuhan. Ketika ikatan antara jaringan luar dan dalam menjadi lebih kuat, kemampuan jaringan untuk mengembang menjadi terbatas yang menyebabkan pertumbuhan batang melambat meskipun kondisi cahaya sebenarnya mendukung proses biologis tanaman.

Temuan ini memperlihatkan adanya keseimbangan antara stabilitas struktural dan kemampuan pertumbuhan. Tanaman yang lebih kuat secara fisik tidak selalu tumbuh lebih cepat, karena kekuatan tersebut justru dapat menjadi faktor pembatas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa cahaya memiliki peran ganda dalam pertumbuhan tanaman, yaitu memperkuat struktur melalui peningkatan adhesi antar jaringan sekaligus membatasi ekspansi sel, sehingga mengungkap mekanisme keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan tanaman yang lebih tahan terhadap stres lingkungan.

Diolah dari artikel:
“Light makes plants stronger but also holds them back” oleh Osaka Metropolitan University. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260413043123.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *