Cara Baru untuk Mengendalikan Tekanan Darah?

Sumber ilustrasi: Pixabay
14 April 2026 07.45 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [14.04.2026] Tekanan darah tinggi atau Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang paling umum, dengan risiko serius seperti serangan jantung dan stroke. Pengobatan standar biasanya mengandalkan konsumsi obat harian, namun tingkat keberhasilan pengendalian tekanan darah masih tergolong rendah pada banyak pasien.

Penelitian terbaru dari Queen Mary University of London memperkenalkan pendekatan alternatif berupa suntikan yang diberikan setiap enam bulan. Terapi ini berpotensi memberikan efek jangka panjang dalam menurunkan tekanan darah, terutama bagi pasien yang tidak merespons optimal terhadap pengobatan konvensional.

Uji klinis global bernama KARDIA-2 melibatkan 663 orang dewasa dengan hipertensi yang belum terkontrol dengan baik. Studi ini menguji efektivitas obat eksperimental bernama zilebesiran yang diberikan sebagai tambahan terhadap terapi standar yang sudah dijalani peserta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima suntikan zilebesiran bersama obat tekanan darah standar mengalami penurunan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan kelompok yang hanya menjalani terapi standar. Temuan ini menunjukkan adanya manfaat tambahan dari pendekatan terapi kombinasi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA ini juga menyoroti potensi pendekatan jangka panjang dalam pengelolaan hipertensi. Salah satu peneliti utama, Manish Saxena, yang terlibat dalam pelaksanaan studi di Inggris melalui Barts Health NHS Trust, menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi penyebab utama berbagai penyakit kardiovaskular karena tingkat pengendaliannya yang rendah. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa zilebesiran efektif dan aman ketika dikombinasikan dengan terapi lini pertama, serta menawarkan keunggulan berupa durasi kerja yang panjang.

Zilebesiran bekerja menggunakan teknologi interferensi RNA dengan menargetkan produksi protein angiotensinogen di hati. Protein ini memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah. Dengan menekan produksi protein tersebut, pembuluh darah dapat menjadi lebih rileks sehingga tekanan darah menurun. Pemberian obat dilakukan melalui suntikan di bawah kulit, yang memungkinkan efek bertahan hingga enam bulan.

Di sisi lain, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang terapi ini. Uji klinis berikutnya, KARDIA-3, dirancang untuk mengevaluasi efektivitas obat pada pasien dengan penyakit kardiovaskular atau risiko tinggi terhadap kondisi tersebut. Studi global berskala besar juga direncanakan untuk menilai kemampuan terapi dalam mengurangi kejadian serius seperti stroke dan kematian akibat penyakit jantung.

Pendanaan penelitian ini berasal dari Alnylam Pharmaceuticals, sementara pelaksanaan uji klinis melibatkan berbagai pusat penelitian internasional dengan kontribusi signifikan dari Barts Health NHS Trust sebagai salah satu lokasi utama di Eropa.

Pendekatan terapi menggunakan suntikan zilebesiran menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan pengendalian tekanan darah melalui mekanisme kerja jangka panjang yang mengurangi frekuensi pengobatan, sekaligus memberikan alternatif bagi pasien yang tidak merespons optimal terhadap terapi konvensional.

Diolah dari artikel:
“Forget daily pills. This shot works when blood pressure meds fail” oleh Queen Mary University of London. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260411022035.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *