Sumber ilustrasi: Pixabay
14 April 2026 12.15 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [14.04.2026] Penyakit gusi atau Periodontitis merupakan suatu kondisi umum yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara luas dan tidak hanya kesehatan mulut. Perawatan konvensional selama ini berfokus pada membunuh bakteri penyebab penyakit, namun pendekatan tersebut sering kali turut menghilangkan bakteri baik yang penting bagi keseimbangan mikrobioma mulut.
Para peneliti dari Fraunhofer memperkenalkan pendekatan baru yang lebih selektif. Alih-alih membasmi seluruh bakteri, metode ini hanya menargetkan mikroorganisme berbahaya, sehingga bakteri menguntungkan tetap dapat bertahan dan membantu menjaga keseimbangan alami dalam rongga mulut. Penemuan ini kemudian dikembangkan lebih jauh menjadi suatu produk kesehatan mulut termasuk pasta gigi, oleh perusahaan spin-off PerioTrap.
Diketahui bahwa mulut manusia mengandung lebih dari 700 tipe bakteri, yang dimana hanya sebagian kecil dari bakteri-bakteri ini diketahui dapat menyebabkan periodontitis. Mikroba-mikroba berbahaya ini terkumpul plak gigi disekitaran gusi yang dapat memicu gingivitis atau peradangan gusi. Jika tidak diobati, peradangan ini dapat menjadi periodontitis kronis yang dapat mengarah pada kerusakan gusi dan hilangnya gigi. Dampak dari periodontitis ini juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan dan dapat mengarah pada penyakit sistemik seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.
Perawatan tradisional seperti obat kumur berbasis alkohol dan klorheksidin memang efektif membunuh bakteri patogen, tetapi juga menghilangkan mikroba yang bermanfaat. Setelah proses tersebut, mikrobioma mulut harus membangun kembali keseimbangannya dari awal. Dalam banyak kasus, bakteri patogen kembali mendominasi lebih cepat karena mampu berkembang dalam lingkungan yang meradang, sementara bakteri baik tumbuh lebih lambat, sehingga memicu disbiosis.
Peneliti dari Fraunhofer Institute for Cell Therapy and Immunology IZI menemukan senyawa bernama guanidinoethylbenzylamino imidazopyridine acetate yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya tanpa membunuhnya secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan bakteri baik tetap hidup dan secara bertahap mengisi ruang yang sebelumnya didominasi patogen.
Penjelasan dari Stephan Schilling menunjukkan bahwa penghambatan pertumbuhan patogen mencegah efek toksik yang biasanya merusak jaringan gusi. Dengan berkurangnya aktivitas bakteri berbahaya, mikroba menguntungkan memiliki peluang untuk berkembang dan membantu memulihkan keseimbangan mikrobioma secara alami.
Pengembangan produk berbasis temuan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Fraunhofer Institute for Microstructure of Materials and Systems IMWS. Pasta gigi yang dihasilkan tidak hanya mengandung bahan aktif untuk mencegah periodontitis, tetapi juga tetap mempertahankan fungsi umum seperti perlindungan terhadap karies melalui kandungan fluoride.
Proses pengembangan menghadapi berbagai tantangan, termasuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang. Senyawa yang digunakan harus tidak bersifat toksik, tidak masuk ke aliran darah, serta tidak menyebabkan perubahan warna pada gigi. Untuk memastikan kualitas tersebut, para peneliti melakukan analisis biokimia, studi struktural, serta pengujian menggunakan mikroskop elektron dan metode kimia lanjutan.
Seluruh pengujian dilakukan sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP), yang menjamin bahwa produk memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan tingkat tinggi. Selain pasta gigi, teknologi ini juga dikembangkan menjadi produk lain seperti gel pasca perawatan gigi profesional dan potensi obat kumur.
Pengembangan lebih lanjut juga membuka peluang penggunaan dalam bidang kedokteran hewan, mengingat penyakit gusi pada hewan peliharaan memiliki mekanisme yang serupa dengan manusia.
Pendekatan baru dalam perawatan periodontitis melalui penghambatan selektif bakteri patogen menawarkan solusi yang lebih seimbang dengan menjaga mikrobioma mulut tetap sehat, sekaligus membuka peluang pengembangan produk perawatan yang lebih efektif dan aman dibandingkan metode konvensional.
Diolah dari artikel:
“New toothpaste stops gum disease without killing good bacteria” oleh Fraunhofer-Gesellschaft. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260413043141.htm