Perubahan Pada Hutan Afrika, Dari Pembuangan Karbon Menjadi Sumber Karbon

Sumber ilustrasi: Unsplash
14 April 2026 12.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [14.04.2026] Hutan selama ini dipandang sebagai bagian terpenting dalam mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global. Akan tetapi dalam riset terbaru justru ditemukan sebaliknya, hutan-hutan justru melepaskan karbon dioksida melebihi dari tingkat serapan mereka.

Dalam penelitan terbaru yang dilakukan oleh National Centre for Earth Observation dari Universitas Leicester, Sheffield dan Edinburg, ditemukan bahwa hutan-hutan di Afrika yang telah lama diketahui menyerap karbon dioksida dari atmosfir berbalik arah dan sekarang justru berkontribusi dalam emisi karbon dioksida.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena Afrika sebelumnya merupakan salah satu wilayah dengan kontribusi besar dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Perubahan fungsi ini terjadi akibat deforestasi dan degradasi hutan yang meluas, terutama di kawasan hutan hujan tropis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Scientific Reports melibatkan kolaborasi ilmuwan dari berbagai institusi, termasuk University of Sheffield dan University of Edinburgh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hutan Afrika mengalami perubahan besar yang berdampak langsung pada keseimbangan karbon global.

Untuk melihat apa persisnya yang berubah dari hutan-hutan ini, para peneliti mengobservasi menggunakan satelit serta machine learning untuk menganalisa lebih dari sepuluh tahun data hutan-hutan ini. Fokus mereka terletak di biomassa dibawah tanah hutan-hutan ini yang dimana data ini akan menunjukkan jumlah karbon dioksida yang tersimpan di pohon-pohon dan tanaman-tanaman hutan lainnya.

Hasil data dan pengamatan menunjukkan bahwa antara tahun 2007 dan 2010, hutan-hutan Afrika memiliki penambahan muatan karbon. Setelah 2010 namun demikian, oleh karena deforestasi secara luas dan penurunan kualitas hutan menyebabkan penambahan muatan karbon menurun.

Lebih jauh data menunjukan bahwa dari tahun 2010 hingga hingga 2017, kehilangan biomassa mencapai sekitar 106 miliar kilogram per tahun, dengan dampak terbesar terjadi di wilayah hutan tropis lembap seperti Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Afrika Barat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan vegetasi di wilayah sabana tidak mampu mengimbangi kehilangan besar yang terjadi di hutan tropis. Kondisi ini mengubah keseimbangan karbon secara signifikan dan menempatkan hutan Afrika sebagai kontributor emisi karbon.

Analisis dari Heiko Balzter, yang memimpin penelitian di Institute for Environmental Futures, menekankan bahwa perubahan ini memiliki implikasi besar terhadap kebijakan iklim global. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pengurangan emisi harus ditingkatkan secara signifikan untuk tetap mencapai target Perjanjian Paris, termasuk pembatasan kenaikan suhu global hingga 2°C guna mencegah konsekuensi berbahaya dari perubahan iklim.

Teknologi yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan data dari instrumen laser GEDI milik NASA dan satelit radar ALOS Jepang, serta ribuan pengukuran lapangan. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan perubahan biomassa secara rinci hingga tingkat lokal, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai pola deforestasi di seluruh Afrika.

Temuan ini juga berkaitan dengan inisiatif global seperti Tropical Forests Forever Facility yang diluncurkan dalam COP30 Climate Summit. Program tersebut bertujuan meningkatkan pendanaan untuk perlindungan hutan tropis melalui insentif bagi negara yang berhasil menjaga ekosistemnya.

Selain itu, para peneliti menyoroti pentingnya langkah konkret untuk membalikkan tren negatif ini. Upaya seperti penguatan tata kelola hutan, penegakan hukum terhadap penebangan ilegal, serta program restorasi besar seperti AFR100 dinilai dapat membantu memulihkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon.

Analisis lebih lanjut dari Pedro Rodríguez-Veiga menunjukkan bahwa dampak deforestasi di Afrika tidak lagi bersifat lokal, tetapi telah memengaruhi keseimbangan karbon global. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kegagalan dalam mencapai target iklim jika tidak segera ditangani melalui kerja sama lintas sektor.

Perubahan fungsi hutan Afrika dari penyerap menjadi sumber emisi karbon mencerminkan dampak serius deforestasi terhadap keseimbangan iklim global, sehingga menuntut peningkatan upaya perlindungan hutan, pengurangan emisi, serta kolaborasi internasional untuk mencegah dampak perubahan iklim yang lebih luas.

Diolah dari artikel:
“Africa’s forests have flipped from carbon sink to carbon source” oleh University of Leicester. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260413043135.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *