Kapan Tubuh Manusia Mulai Melemah?

Sumber ilustrasi: Pixabay
16 Mei 2026 12.15 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [16.05.2026] Kapan tubuh manusia mulai mengalami penurunan fisik? Pertanyaan ini telah lama menjadi perhatian dalam dunia ilmu kebugaran dan kesehatan. Banyak penelitian sebelumnya mengandalkan perbandingan antar kelompok usia yang berbeda untuk memperkirakan perubahan kapasitas fisik seiring waktu. Pendekatan tersebut memberikan gambaran umum, namun belum mampu menjelaskan secara rinci bagaimana perubahan itu terjadi dalam individu yang sama sepanjang hidup. Dalam konteks ini, studi longitudinal menjadi sangat penting untuk mengungkap dinamika penuaan secara lebih akurat.

Sebuah penelitian jangka panjang dari Karolinska Institutet menghadirkan perspektif baru melalui pengamatan langsung terhadap individu yang sama selama hampir lima dekade. Studi ini melibatkan ratusan pria dan wanita di Swedia yang diikuti sejak usia 16 hingga 63 tahun, dengan pengukuran kebugaran, kekuatan, dan daya tahan otot yang dilakukan secara berkala selama 47 tahun. Penelitian tersebut menjadi bagian dari proyek Swedish Physical Activity and Fitness (SPAF) dan hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle.

Analisis data menunjukkan bahwa penurunan kapasitas fisik sebenarnya dimulai lebih awal dari yang banyak diasumsikan, yaitu sekitar usia 35 tahun. Penurunan ini mencakup berbagai aspek seperti kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan daya tahan, yang semuanya menunjukkan pola penurunan bertahap seiring bertambahnya usia. Temuan ini konsisten pada individu dengan latar belakang aktivitas fisik yang berbeda, menunjukkan bahwa proses biologis penuaan memiliki peran dominan dalam perubahan tersebut.

Keunggulan utama dari studi ini terletak pada desain longitudinalnya, yang memungkinkan peneliti melacak perubahan dalam individu yang sama dari waktu ke waktu. Pendekatan ini memberikan gambaran yang jauh lebih jelas dibandingkan studi lintas kelompok usia yang sering kali dipengaruhi oleh variasi gaya hidup, lingkungan, dan faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini dianggap sebagai salah satu bukti paling kuat mengenai pola penurunan fisik manusia.

Meskipun menunjukkan adanya penurunan yang tidak terhindarkan, penelitian ini juga menyoroti peran penting aktivitas fisik dalam memperlambat proses tersebut. Individu yang mulai aktif secara fisik di masa dewasa tetap mampu meningkatkan kapasitas fisik mereka sebesar 5 hingga 10 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa tubuh manusia masih memiliki kemampuan adaptasi yang signifikan, bahkan setelah memasuki fase penurunan.

Penulis utama studi, Maria Westerståhl, menjelaskan bahwa aktivitas fisik memiliki dampak nyata dalam memperlambat penurunan performa, meskipun tidak sepenuhnya menghentikan proses tersebut. Penelitian lanjutan direncanakan untuk mengungkap mekanisme biologis yang menyebabkan puncak performa terjadi di usia sekitar 35 tahun serta alasan di balik keterbatasan efek olahraga dalam menghentikan penurunan tersebut.

Para peneliti juga berencana melanjutkan pengamatan terhadap peserta hingga usia yang lebih lanjut. Pengujian berikutnya akan dilakukan ketika peserta mencapai usia 68 tahun, dengan harapan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai hubungan antara gaya hidup, kesehatan, dan proses biologis dalam menentukan perubahan performa fisik sepanjang hidup.

Penurunan kebugaran, kekuatan, dan daya tahan otot yang dimulai sejak usia 35 tahun menunjukkan bahwa proses penuaan fisik berlangsung lebih awal dari perkiraan umum, namun aktivitas fisik tetap menjadi faktor penting yang mampu meningkatkan dan mempertahankan kapasitas tubuh meskipun tidak sepenuhnya menghentikan laju penurunan tersebut.

Diolah dari artikel:
“A 47-year study reveals when strength and fitness start to fade” oleh Karolinska Institutet. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260515000947.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *