Sumber ilustrasi: Pixabay
02 Juni 2026 16.40 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [02.06.2026] Apakah anda pernah tertarik untuk menelusuri silsilah keluarga mereka hingga beberapa generasi ke belakang? Dengan bantuan catatan keluarga, tes DNA, maupun layanan genealogi daring, hubungan kekerabatan dapat ditelusuri hingga ratusan tahun lampau. Salah satu contoh paling terkenal adalah silsilah keluarga filsuf Tiongkok Confucius, yang membentang lebih dari 80 generasi dari leluhur abad ke-8 SM hingga keturunannya yang masih hidup saat ini. Rentang tersebut mencakup hampir 3.000 tahun sejarah keluarga yang terdokumentasi.
Akan tetapi sejarah spesies manusia jauh lebih panjang dibandingkan silsilah keluarga mana pun yang pernah dicatat. Berdasarkan bukti fosil tertua yang diketahui, manusia modern atau Homo sapiens telah ada selama sekitar 300.000 tahun. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan menarik: berapa banyak generasi manusia yang telah hidup sejak kemunculan spesies kita?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ilmuwan perlu mengetahui dua hal utama, yaitu usia spesies manusia modern dan panjang rata-rata satu generasi. Menurut ahli genetika populasi Matthew Hahn dari Indiana University Bloomington, jumlah generasi manusia dapat dihitung dengan membagi lamanya keberadaan Homo sapiens dengan interval generasi rata-rata.
Interval generasi biasanya didefinisikan sebagai usia rata-rata seseorang ketika memiliki anak. Hahn menjelaskan bahwa angka tersebut cenderung lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan karena laki-laki masih dapat memiliki keturunan pada usia yang lebih lanjut.
Berbagai penelitian telah menghasilkan estimasi yang berbeda mengenai panjang interval generasi manusia. Perbedaan tersebut secara langsung memengaruhi perkiraan jumlah generasi yang pernah hidup sepanjang sejarah spesies manusia.
Sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam American Journal of Human Genetics menggunakan catatan gereja dan dokumen sejarah di Islandia untuk menghitung interval generasi. Para peneliti dari perusahaan deCODE Genetics membangun basis data genealogi yang mencakup seluruh populasi negara tersebut dan menemukan bahwa interval generasi rata-rata selama 300 tahun terakhir adalah sekitar 30,3 tahun.
Dua tahun kemudian, penelitian lain yang menggunakan data usia rata-rata perempuan Eropa saat memiliki anak antara tahun 1960 hingga 2000 menghasilkan estimasi interval generasi rata-rata sebesar 29,1 tahun setelah memperhitungkan data laki-laki dan perempuan.
Meskipun demikian, kedua penelitian tersebut hanya menggambarkan kondisi manusia pada masa yang relatif baru. Untuk memahami sejarah yang jauh lebih panjang, diperlukan pendekatan yang berbeda.
Pada tahun 2023, Hahn dan rekan-rekannya menerbitkan penelitian dalam jurnal Science Advances yang berusaha memperkirakan interval generasi manusia selama sekitar 250.000 tahun terakhir. Penelitian tersebut menggabungkan hasil dari dua studi sebelumnya yang berfokus pada mutasi genetik manusia.
Salah satu studi yang menjadi dasar penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 2017 dalam jurnal Nature. Penelitian itu menunjukkan bahwa jenis mutasi baru yang diwariskan kepada anak berubah sesuai usia orang tua. Berdasarkan temuan tersebut, Hahn dan timnya mengembangkan model yang dapat memperkirakan usia rata-rata orang tua dari pola mutasi yang ditemukan pada populasi manusia.
Menurut Hahn, jika para ilmuwan mengetahui jenis mutasi yang diwariskan orang tua pada usia tertentu, kumpulan mutasi yang ditemukan dalam suatu populasi dapat digunakan untuk memperkirakan usia rata-rata individu yang menghasilkan mutasi tersebut.
Penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2020 dalam jurnal PLOS Biology memperkirakan kapan jutaan mutasi yang ditemukan pada manusia modern pertama kali muncul. Hahn dan koleganya kemudian mengelompokkan mutasi-mutasi tersebut berdasarkan usia kemunculannya dan menganalisis pola mutasi baru yang muncul pada setiap periode waktu.
Dengan menggabungkan informasi tersebut, para peneliti berhasil memperkirakan interval generasi pada berbagai periode sejarah manusia. Meskipun nilainya berubah-ubah sepanjang waktu, rata-rata interval generasi selama sekitar 250.000 tahun terakhir diperkirakan mencapai 26,9 tahun.
Menggunakan angka tersebut, Hahn memperkirakan bahwa sekitar 11.152 generasi manusia telah hidup selama 300.000 tahun keberadaan spesies Homo sapiens.
Namun demikian tidak semua ilmuwan sepenuhnya sepakat dengan satu angka tunggal. Ahli biologi evolusi dan genetika populasi Moisès Coll Macià dari Institute of Evolutionary Biology di Barcelona berpendapat bahwa pendekatan yang menggunakan rentang nilai mungkin lebih realistis dibandingkan satu estimasi rata-rata.
Menurut Coll Macià, batas bawah interval generasi dapat diperkirakan berdasarkan kerabat terdekat manusia yang masih hidup saat ini, yaitu simpanse. Karena manusia dan simpanse berbagi leluhur bersama yang hidup pada zaman Miosen antara sekitar 23 juta hingga 5 juta tahun lalu, interval generasi manusia purba kemungkinan berada di antara interval generasi manusia modern dan simpanse modern.
Sebuah penelitian tahun 2012 dalam jurnal PNAS memperkirakan bahwa simpanse memiliki interval generasi sekitar 24,6 tahun. Angka tersebut dapat digunakan sebagai batas bawah untuk memperkirakan jumlah generasi manusia sepanjang sejarah.
Sementara itu, Coll Macià mengusulkan kisaran 26 hingga 30 tahun sebagai batas atas yang masuk akal bagi manusia modern. Estimasi tersebut didasarkan pada penelitian tahun 2016 yang menganalisis fragmen DNA Neanderthal dalam genom manusia purba dan modern untuk menghitung interval generasi selama sekitar 45.000 tahun terakhir.
Jika menggunakan batas atas sekitar 30 tahun per generasi, maka jumlah generasi manusia yang pernah hidup mencapai setidaknya 10.000 generasi. Sebaliknya, jika menggunakan batas bawah 24,6 tahun per generasi, jumlah tersebut dapat mencapai sekitar 12.195 generasi.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun para ilmuwan belum dapat menentukan jumlah pastinya, sejarah reproduksi manusia membentang dalam rentang generasi yang sangat panjang. Dari manusia pertama yang muncul di Afrika hingga populasi global saat ini, ribuan generasi telah lahir, hidup, dan meninggalkan jejak genetik yang masih dapat dipelajari hingga sekarang.
Penelitian genetika modern menunjukkan bahwa jumlah generasi manusia yang pernah hidup sejak kemunculan Homo sapiens sekitar 300.000 tahun lalu kemungkinan berada dalam kisaran 10.000 hingga 12.195 generasi, dengan estimasi rata-rata sekitar 11.152 generasi. Perhitungan tersebut diperoleh melalui analisis catatan sejarah, pola mutasi genetik, serta perbandingan dengan kerabat evolusioner manusia seperti simpanse. Temuan ini memberikan gambaran mengenai betapa panjangnya perjalanan spesies manusia dan bagaimana setiap generasi telah berkontribusi membentuk populasi manusia yang ada saat ini.
Diolah dari artikel:
“How many generations of humans have there been?” oleh Ashley P. Taylor. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.