Sumber ilustrasi: Unsplash
26 Mei 2026 10.55 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [26.05.2026] Seiring dengan terus adanya penelitian tentang kesehatan hingga usia lanjut, terungkap hubungan yang tidak terduga antara berbagai sistem dalam tubuh manusia. Salah satu hubungan yang kini mendapat perhatian adalah keterkaitan antara mikrobioma mulut dan tekanan darah. Selama ini, nitrat dari makanan diketahui berperan penting dalam kesehatan pembuluh darah, tetapi mekanisme biologis yang terlibat masih terus diteliti. Dalam konteks ini, jus buah buah bit yang kaya nitrat menjadi fokus karena potensinya dalam mendukung fungsi kardiovaskular.
Studi terbaru dari University of Exeter menunjukkan bahwa konsumsi jus buah bit secara rutin dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi kelompok usia lanjut. Dalam penelitian tersebut, orang lanjut usia yang mengonsumsi jus buah buah bit kaya nitrat dua kali sehari selama dua minggu mengalami penurunan tekanan darah. Menariknya, efek ini tidak ditemukan pada kelompok usia muda, meskipun perubahan mikrobioma mulut tetap terjadi pada kedua kelompok.
Nitrat merupakan senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai sayuran, termasuk buah bit, bayam, arugula, adas, seledri, dan kale. Peran nitrat dalam tubuh tidak hanya bergantung pada sistem pencernaan, tetapi juga melibatkan bakteri di dalam mulut. Bakteri tertentu mampu mengubah nitrat menjadi senyawa yang mendukung produksi oksida nitrat, molekul penting yang membantu pembuluh darah rileks dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Dalam kondisi tertentu, keseimbangan bakteri mulut dapat terganggu, sehingga proses konversi nitrat menjadi oksida nitrat menjadi kurang efisien. Penelitian ini menemukan bahwa konsumsi jus buah bit pada orang dewasa yang lebih tua mampu mengubah komposisi mikrobioma mulut dengan cara yang mendukung jalur tersebut. Perubahan ini menunjukkan bahwa kesehatan mulut memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kebersihan gigi.
Penelitian ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari kelompok usia muda dan lanjut usia. Para peserta menjalani dua fase intervensi selama masing-masing dua minggu, yaitu konsumsi jus buah bit kaya nitrat dan konsumsi plasebo tanpa nitrat. Setiap fase dipisahkan oleh periode jeda untuk memastikan kondisi tubuh kembali ke titik awal sebelum intervensi berikutnya dilakukan. Analisis dilakukan menggunakan teknik pengurutan gen untuk mengidentifikasi perubahan mikrobioma mulut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan mikrobioma terjadi pada kedua kelompok usia, tetapi dengan pola yang berbeda. Pada kelompok usia lanjut, terjadi penurunan bakteri Prevotella yang dalam konteks ini dikaitkan dengan dampak kurang menguntungkan. Di sisi lain, bakteri seperti Neisseria yang berhubungan dengan manfaat kesehatan meningkat jumlahnya.
Selain perubahan mikrobioma, kelompok usia lanjut juga menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengonsumsi jus buah bit kaya nitrat. Penurunan ini tidak terlihat pada fase plasebo maupun pada kelompok usia muda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa efek nitrat mungkin lebih signifikan pada individu dengan tekanan darah awal yang lebih tinggi atau dengan produksi oksida nitrat yang menurun akibat usia.
Profesor Anni Vanhatalo dari University of Exeter menjelaskan bahwa individu yang lebih tua cenderung menghasilkan lebih sedikit oksida nitrat seiring bertambahnya usia, yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Vanhatalo juga menekankan bahwa peningkatan konsumsi sayuran kaya nitrat dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, serta tersedia berbagai alternatif selain buah bit untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Penelitian ini juga didukung oleh berbagai studi lain yang memperkuat peran mikrobioma mulut dalam metabolisme nitrat. Studi tahun 2025 menunjukkan bahwa konsumsi jus buah bit dapat mengubah mikrobioma mulut tanpa memengaruhi mikrobioma usus secara signifikan. Akan tetapi efek terhadap tekanan darah dapat bervariasi tergantung kondisi kesehatan individu, penggunaan obat, serta komposisi mikrobioma awal.
Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur antiseptik dapat mengganggu proses konversi nitrat, sehingga mengurangi produksi oksida nitrat dalam tubuh. Studi pada hewan juga menemukan bahwa dukungan terhadap bakteri pengolah nitrat berkaitan dengan tekanan darah yang lebih rendah. Temuan-temuan ini memperkuat gagasan bahwa ekosistem mikroba di mulut memainkan peran penting dalam kesehatan sistemik.
Profesor Andy Jones dari University of Exeter menyampaikan bahwa makanan kaya nitrat tidak hanya memengaruhi nutrisi tubuh, tetapi juga mengubah mikrobioma mulut dengan potensi menurunkan peradangan dan tekanan darah pada orang dewasa yang lebih tua. Jones juga menambahkan bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana faktor seperti gaya hidup, jenis kelamin, dan kondisi biologis memengaruhi respons terhadap nitrat.
Penelitian ini juga membuka peluang menuju pendekatan nutrisi yang lebih personal. Respons tubuh terhadap makanan yang sama dapat berbeda pada setiap individu, tergantung pada komposisi mikrobioma mulut masing-masing. Faktor seperti kebiasaan kebersihan mulut, usia, dan kondisi kesehatan dapat memengaruhi efektivitas jalur nitrat dalam tubuh.
Para peneliti menekankan bahwa konsumsi jus buah bit tidak dimaksudkan sebagai pengganti pengobatan medis untuk tekanan darah tinggi. Namun demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa sayuran kaya nitrat dapat menjadi bagian penting dari pola hidup sehat, khususnya bagi kelompok usia lanjut yang rentan terhadap gangguan kardiovaskular.
Temuan ini mengarah pada pemahaman baru bahwa kesehatan pembuluh darah tidak hanya dipengaruhi oleh organ dalam tubuh seperti jantung, tetapi juga oleh proses biologis yang dimulai dari mulut. Hubungan kompleks antara diet, mikrobioma, dan sistem kardiovaskular menjadi area penelitian yang semakin penting dalam ilmu kesehatan modern.
Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi jus buah bit kaya nitrat selama dua minggu dapat menurunkan tekanan darah pada orang dewasa yang lebih tua melalui perubahan mikrobioma mulut dan peningkatan jalur produksi oksida nitrat, meskipun efek tersebut tidak terlihat pada kelompok usia muda. Peran bakteri mulut dalam memproses nitrat menjadi faktor kunci yang menjelaskan perbedaan respons antar individu, sekaligus membuka peluang baru dalam pendekatan nutrisi untuk mendukung kesehatan pembuluh darah dan penuaan yang lebih sehat.
Diolah dari artikel:
“Beet juice lowers blood pressure in older adults in just 2 weeks” oleh University of Exeter. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260524021154.htm