Mengapa Kucing dan Anjing Sering Menggelengkan Kepala?

Sumber ilustrasi: Unsplash
29 April 2026 12.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [29.04.2026] Apakah anda punya peliharaan anjing atau kucing? Terkadang perilaku hewan peliharaan , utamanya yang nampak tidak biasa dan berulang, sering kali menimbulkan rasa penasaran. Salah satu perilaku yang umum diamati pada kucing dan anjing adalah gerakan menggelengkan kepala dengan cepat ke kiri dan kanan. Banyak pemilik hewan mengaitkan gerakan ini dengan kemungkinan gangguan kesehatan, meskipun dalam banyak kasus perilaku tersebut sebenarnya merupakan respons alami terhadap rangsangan tertentu.

Dalam studi perilaku hewan, gerakan menggelengkan kepala telah lama dikaitkan dengan respons sensorik pada area kepala, khususnya bagian telinga dan rambut halus di sekitarnya. Respons ini juga ditemukan pada berbagai mamalia lain, menunjukkan bahwa mekanisme tersebut memiliki dasar biologis yang luas dan bukan sekadar perilaku unik pada hewan peliharaan domestik.

Pada kucing, gerakan ini terjadi ketika ujung saraf di sekitar kepala terstimulasi. Sarah Crowley dari University of Exeter menjelaskan bahwa rambut halus dan ujung saraf di bagian atas kepala, terutama di sekitar telinga, sangat sensitif terhadap rangsangan. Amy Miele dari University of Edinburgh menambahkan bahwa sentuhan pada area sensitif seperti telinga atau kumis dapat memicu respons tersebut sebagai bentuk reaksi terhadap stimulasi.

Gerakan cepat ini memiliki fungsi praktis. Selain membantu melepaskan partikel seperti sisa makanan atau cairan dari area telinga dan kumis, gerakan tersebut juga berperan dalam merapikan bulu. Setelah menggelengkan kepala, kucing sering melanjutkan dengan perilaku grooming, yang menunjukkan adanya keterkaitan antara refleks ini dengan perawatan diri.

Selain fungsi kebersihan, gerakan menggelengkan kepala juga dapat menjadi indikator respons emosional. Rasa terganggu atau tidak nyaman, misalnya akibat rangsangan pada telinga, dapat memicu gerakan serupa. Meskipun terlihat intens, gerakan ini tidak menyebabkan pusing karena tidak melibatkan rotasi tubuh seperti saat berputar.

Fenomena serupa juga ditemukan pada hewan lain. Banyak mamalia memiliki refleks menggelengkan kepala sebagai respons terhadap gangguan di sekitar telinga. Pada anjing, frekuensi perilaku ini dipengaruhi oleh bentuk telinga. Ras dengan telinga tegak lebih rentan mengalami gangguan seperti masuknya benda kecil, sehingga lebih sering menggelengkan kepala dibandingkan ras bertelinga terkulai.

Selain gerakan kepala, anjing juga menunjukkan jenis guncangan lain, termasuk guncangan seluruh tubuh. Gerakan ini dimulai dari kepala dan menjalar hingga ke ekor, sering terlihat setelah mandi atau saat tubuh basah. Fungsi gerakan ini tidak hanya untuk mengeringkan tubuh, namun tetapi juga berkaitan dengan regulasi kondisi emosional.

Amy Miele menjelaskan bahwa guncangan tubuh dapat membantu hewan melepaskan ketegangan dan menyeimbangkan kembali kondisi fisik serta emosional setelah mengalami situasi tertentu. Sarah Crowley menambahkan bahwa perilaku ini sering muncul setelah sesi bermain yang intens, sebagai bagian dari transisi menuju aktivitas berikutnya.

Meskipun sebagian besar kasus bersifat normal, perubahan pola perilaku perlu diperhatikan. Frekuensi yang meningkat, disertai garukan berlebihan atau posisi kepala yang miring, dapat menjadi indikasi masalah kesehatan seperti infeksi, parasit, atau gangguan pada telinga. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga memicu respons berulang.

Penanganan yang tepat menjadi penting dalam kondisi tersebut. Amy Miele memperingatkan bahwa infeksi telinga yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran serta menyebar ke bagian telinga tengah, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan tubuh. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter hewan diperlukan jika muncul gejala yang tidak biasa.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa gerakan menggelengkan kepala pada kucing dan anjing umumnya merupakan respons alami terhadap rangsangan sensorik dan bagian dari mekanisme perawatan diri maupun regulasi emosi. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, perubahan frekuensi atau pola perilaku dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Diolah dari artikel:
“Why do cats and dogs shake their heads?” oleh RJ Mackenzie / Live Science. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.livescience.com/animals/cats/why-do-cats-and-dogs-shake-their-heads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *