Suhu Ideal Mangga Agar Tetap Segar Lebih Lama?

Sumber ilustrasi: Pixabay
25 Mei 2026 12.05 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [25.05.2026] Apakah anda senang mengkonsumsi manga? Mangga merupakan salah satu buah tropis paling populer di dunia, dengan cita rasa manis dan kandungan nutrisi yang tinggi. Akan tetapi setelah dipanen, buah ini tetap mengalami proses pematangan yang cepat, sehingga rentan terhadap pelunakan, kehilangan kadar air, dan pembusukan selama penyimpanan serta distribusi. Selama ini, praktik penyimpanan di wilayah tropis cenderung menggunakan suhu hangat yang justru mempercepat penurunan kualitas buah. Pengetahuan mengenai suhu optimal untuk menjaga kesegaran mangga masih terbatas, terutama terkait mekanisme biologis yang mendasarinya.

Sebuah penelitian terbaru dari Hainan University memberikan jawaban penting terhadap persoalan tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Tropical Plants menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu 12°C mampu memperlambat proses pematangan, menjaga struktur buah, serta mengaktifkan sistem antioksidan alami pada mangga. Temuan ini membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi rantai dingin serta mengurangi limbah buah tropis secara signifikan.

Selama ini, mangga umumnya diangkut pada suhu antara 26°C hingga 30°C. Kondisi ini memang praktis, tetapi mempercepat respirasi buah dan mempercepat proses pematangan. Akibatnya, buah menjadi cepat lunak dan kualitasnya menurun. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa suhu rendah dapat memperlambat proses tersebut, tetapi buah tropis seperti mangga sangat sensitif terhadap kerusakan akibat suhu dingin berlebih.

Penelitian ini berfokus pada perbandingan penyimpanan mangga pada suhu 12°C dan 30°C selama 24 hari. Para peneliti mengukur berbagai parameter kualitas, mulai dari warna, kekerasan, kehilangan berat, kadar gula, tingkat keasaman, hingga laju respirasi. Selain itu, penelitian juga menganalisis molekul reaktif seperti reactive oxygen species (ROS), serta senyawa antioksidan seperti vitamin C, fenolik, dan flavonoid. Aktivitas enzim pelindung seperti APX, SOD, PAL, dan POD turut diamati, bersama dengan ekspresi gen yang berkaitan dengan sistem pertahanan antioksidan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hingga hari ke-12, perbedaan antara kedua kelompok penyimpanan tidak terlalu mencolok. Akan tetapi setelah hari ke-16, perubahan signifikan mulai terlihat. Mangga pada suhu 30°C mengalami penguningan cepat akibat degradasi klorofil, sementara mangga pada suhu 12°C dapat mempertahankan warna lebih lama. Kadar gula meningkat lebih cepat pada suhu tinggi sebelum akhirnya menurun, sedangkan pada suhu rendah peningkatan berlangsung lebih stabil.

Perbedaan juga terlihat pada tingkat keasaman. Mangga yang disimpan pada suhu tinggi kehilangan keasaman lebih cepat, sementara buah pada suhu 12°C mempertahankan keseimbangan rasa lebih baik. Dari segi fisik, mangga pada suhu 30°C kehilangan lebih dari 17% beratnya, sedangkan pada suhu 12°C kehilangan kurang dari 4%. Tingkat kekerasan buah juga lebih terjaga pada suhu rendah.

Analisis mikroskopis mengungkap bahwa struktur sel mangga pada suhu 12°C tetap utuh, termasuk dinding sel dan granula pati, bahkan setelah 24 hari. Sebaliknya, pada suhu 30°C terjadi penipisan dinding sel, pengurangan pati, hingga keruntuhan sel.

Dari sisi biokimia, penyimpanan pada suhu 12°C menekan akumulasi malondialdehyde (MDA) dan ROS, yang keduanya berkaitan dengan stres oksidatif dan kerusakan sel. Pada saat yang sama, kadar vitamin C, fenolik, dan flavonoid tetap lebih tinggi. Aktivitas enzim antioksidan juga bertahan lebih lama, didukung oleh peningkatan ekspresi gen seperti MiAPX1, MiAPX2, MiSOD1, dan MiSOD2.

Analisis korelasi menunjukkan bahwa peningkatan ROS dan MDA berhubungan dengan pelunakan buah dan kehilangan air. Sebaliknya, aktivitas antioksidan yang tinggi berkaitan dengan kualitas buah yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa suhu rendah tidak hanya memperlambat pematangan secara fisik, tetapi juga memperkuat mekanisme pertahanan biologis buah.

Implikasi dari penelitian ini cukup luas. Dengan menjaga suhu sekitar 12°C, mangga dapat dipanen lebih awal, dikirim dalam jarak lebih jauh, dan dimatangkan mendekati pasar tujuan tanpa kehilangan kualitas yang signifikan. Pendekatan ini berpotensi mengurangi kerugian pascapanen serta meningkatkan efisiensi distribusi buah tropis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan sekitar 12°C mampu menjaga kualitas mangga secara signifikan dengan memperlambat pematangan, mempertahankan struktur sel, serta meningkatkan sistem pertahanan antioksidan. Dibandingkan penyimpanan pada suhu tinggi, pendekatan ini tidak hanya mengurangi kerusakan fisik dan kimia pada buah, tetapi juga memberikan dasar ilmiah bagi peningkatan sistem logistik dan rantai dingin dalam industri mangga.

Diolah dari artikel:
“Scientists discover the perfect temperature to keep mangoes fresh much longer” oleh Maximum Academic Press. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/05/260522023136.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *