Seberapa Rendah Tekanan Darah Harus Dijaga?

Sumber ilustrasi: Pixabay
18 April 2026 16.35 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [18.04.2026] Tekanan darah tinggi merupakan sebagai salah satu faktor utama risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Dalam praktik medis, pengendalian tekanan darah ditargetkan berada pada kisaran tertentu untuk menyeimbangkan penurunan risiko kardiovaskular dengan potensi efek samping obat. Banyak pedoman klinis yang menggunakan batas sekitar 130–140 mm Hg sebagai target tekanan darah sistolik bagi pasien hipertensi.

Akan tetapi dalam penelitian terbaru dari Mass General Brigham, pedoman ini ditantang dengan menunjukkan bahwa target yang lebih rendah dapat memberikan perlindungan kesehatan yang lebih besar. Studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine ini menggunakan data besar dari Systolic Blood Pressure Intervention Trial (SPRINT), National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), serta berbagai penelitian lain untuk membangun model prediksi dampak jangka panjang dari berbagai target tekanan darah.

Para peneliti membandingkan tiga target utama, yaitu di bawah 120 mm Hg, di bawah 130 mm Hg, dan di bawah 140 mm Hg. Model simulasi digunakan untuk memperkirakan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung sepanjang hidup pasien dengan masing-masing target tersebut.

Dalam analisisnya, peneliti juga memasukkan risiko efek samping dari obat antihipertensi, seperti hipotensi, pusing akibat tekanan darah terlalu rendah, gangguan fungsi ginjal, penurunan denyut jantung, serta risiko jatuh. Faktor lain yang turut diperhitungkan adalah kesalahan pengukuran tekanan darah yang sering terjadi dalam praktik klinis sehari-hari.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa target tekanan darah sistolik di bawah 120 mm Hg mampu mencegah lebih banyak kejadian kardiovaskular dibandingkan target yang lebih longgar. Penurunan risiko terlihat pada serangan jantung, stroke, serta gagal jantung, bahkan setelah mempertimbangkan ketidakakuratan pengukuran tekanan darah.

Pendekatan yang lebih agresif tersebut juga meningkatkan risiko efek samping dan beban pengobatan. Pasien pada kelompok target lebih rendah lebih sering mengalami komplikasi terkait obat serta membutuhkan lebih banyak kunjungan medis dan penggunaan obat antihipertensi, yang pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan kesehatan.

Target di bawah 120 mm Hg ini juga tetap dinilai layak dari sisi ekonomi kesehatan. Analisis menunjukkan biaya sekitar 42.000 dolar per quality-adjusted life-year yang diperoleh, sebuah ukuran standar untuk menilai efektivitas biaya dalam layanan kesehatan modern.

Peneliti Karen Smith menyampaikan bahwa temuan ini memberikan dukungan bagi pendekatan pengendalian tekanan darah yang lebih intensif, terutama pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi. Penelitian juga menekankan bahwa hasil tersebut berlaku pada tingkat populasi, sehingga tidak selalu sesuai untuk setiap individu, karena kebutuhan terapi dapat berbeda berdasarkan kondisi pasien.

Penelitian ini menunjukkan bahwa menurunkan tekanan darah sistolik hingga di bawah 120 mm Hg dapat memberikan perlindungan lebih besar terhadap penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung dibandingkan target yang lebih tinggi, meskipun disertai peningkatan risiko efek samping dan biaya pengobatan. Model berbasis data besar dan simulasi memperlihatkan bahwa pendekatan ini tetap memberikan manfaat kesehatan dan nilai ekonomi yang baik pada tingkat populasi, meskipun keputusan klinis tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Diolah dari artikel:
“How low should blood pressure go? Science has the answer” oleh Mass General Brigham. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260416025024.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *