Sumber ilustrasi: Unsplash
21 April 2026 14.25 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [21.04.2026] Pernahkan anda mendengar ayam yang lari setelah kepala mereka dipotong? Meski merupakan sesuatu yang wajar bahwa setelah kepala dipotong, ayam tentunya akan mati dan terdiam, terdapat cerita dan bahkan berita mengegerkan mengenai ayam yang dinamakan Miracle Mike, dikarenakan ayam ini masih bergerak dan hidup selama 18 bulan, setelah kepalanya dipotong. Jadi, apakah benar Ayam dapat bertahan hidup tanpa kepala mereka?
Menurut Dr. Marcie Logsdon, seorang doker hewan di Exotics and Wildlife Department di Washington State University’s Veterinary Teaching Hospital, Pullman, Washington, setelah kepala mereka dipotong, ayam cenderung mengibaskan sayap dan menggerakkan kaki mereka, dan mengatakan bahwa kasus ayam dapat berlari setelah kepala mereka dipotong sangatlah kecil kemungkinannya. Dirinya mengatakan hal ini dikarenakan pergerakan sayap dan kaki yang dideskripsikan sebelumnya merupakan kontraksi dari bagian tubuh itu yang umumnya bereaksi setelah kepala dipotong dan biasanya hanya berlangsung selama satu menit.
Meski demikian, jawaban mengenai apakah ayam tersebut hidup atau mati setelah kepalanya dipotong dipandang bergantung kepada definisi kematian itu sendiri. Ketika kepala ayam dipotong, ayam tersebut mengalami yang disebut sebagai kematian otak terlebih dahulu, lalu diikuti dengan kematian jantung. Jadi di jenjang waktu antara kedua kematian tersebut, dapat dikatakan terdapat kondisi dimana ayam dapat dikatakan mati atau hidup, yang kembali kepada apa definisi kematian yang digunakan.
Kematian otak merupakan keadaan tak sadarkan diri dimana keseluruhan otak rusak secara permanen dan pemilik otak tersebut tidak dapat bernafas secara mandiri. Berdasarkan studi pada tahun 2019 yang dipublikasikan di jurnal Animals, sinyal aktifitas listrik di otak ayam tersebut akan berhenti dalam jangka 30 detik setelah lehernya patah. Pemotongan leher dengan demikian masuk kategori patahnya leher sehingga berdasarkan pandangan kematian otak atau tidak berjalannya otak, ayam tersebut hanya dapat bertahan beberapa detik setelah lehernya dipotong.
Dari sudut pandang neurologi, Andrew Iwaniuk, ahli saraf komparatif dari University of Lethbridge, menyatakan bahwa masih terdapat aktivitas listrik residu dalam sistem saraf, khususnya di sumsum tulang belakang. Aktivitas ini memungkinkan munculnya gerakan refleks meskipun otak sudah tidak berfungsi. Iwaniuk juga menjelaskan bahwa jantung dapat terus berdetak tanpa kontrol saraf hingga energi dan oksigen habis, sehingga memperpanjang beberapa detik aktivitas biologis setelah pemenggalan.
Gerakan tubuh yang tampak dramatis juga dipengaruhi oleh hilangnya sinyal dari otak yang biasanya mengatur relaksasi otot. Tanpa sinyal tersebut, otot dapat berkontraksi secara tidak terkendali. Logsdon menilai bahwa fenomena ini merupakan refleks pasca-kematian, sementara Iwaniuk cenderung menganggap ayam masih berada dalam kondisi hidup selama aktivitas biologis terakhir tersebut berlangsung.
Kasus Miracle Mike memberikan perspektif berbeda. Dalam kejadian tersebut, pemenggalan tidak sepenuhnya menghilangkan seluruh bagian otak. Logsdon menjelaskan bahwa sebagian batang otak masih tersisa, yang berperan penting dalam mengatur fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung. Selain itu, bagian otak kecil yang membantu koordinasi gerakan juga diduga tetap utuh, memungkinkan ayam tersebut berdiri dan bergerak lebih stabil dibandingkan kasus pemenggalan biasa.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan hidup dalam kasus langka tersebut bukan karena ayam mampu hidup tanpa kepala, melainkan karena bagian penting otak masih berfungsi. Tanpa struktur tersebut, ayam pada umumnya hanya menunjukkan aktivitas refleks singkat sebelum seluruh fungsi biologis berhenti.
Fenomena ayam tanpa kepala yang tampak bergerak sebenarnya merupakan hasil dari aktivitas saraf dan otot yang tersisa setelah kematian otak alih-alih tanda masih adanya kehidupan. Perbedaan antara kematian otak dan jantung menciptakan jeda singkat di mana tubuh masih menunjukkan respons fisik, sementara kasus langka seperti Miracle Mike terjadi karena sebagian struktur otak vital tetap utuh. Ini menunjukkan bahwa ayam tidak benar-benar dapat bertahan hidup tanpa kepala dalam pengertian biologis.
Diolah dari artikel:
“Can chickens really run around with their heads cut off?” oleh Ashley P. Taylor. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.livescience.com/animals/birds/can-chickens-really-run-around-with-their-heads-cut-off