Sumber ilustrasi: Pixabay
05 Juni 2026 11.35 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [05.06.2026] Gangguan seperti kecemasan, depresi, dan penarikan diri dari interaksi sosial diketahui melibatkan berbagai bagian otak yang kompleks. Salah satu wilayah yang paling sering dikaitkan dengan pengaturan emosi adalah amigdala, sebuah struktur otak yang berperan penting dalam respons terhadap rasa takut dan kecemasan. Meskipun demikian, mekanisme spesifik yang menghubungkan aktivitas saraf dengan munculnya perilaku patologis masih belum sepenuhnya dipahami.
Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di iScience, tim yang dipimpin oleh Juan Lerma dari laboratorium Fisiologi Sinaptik di Institute for Neurosciences, pusat penelitian gabungan antara Spanish National Research Council (CSIC) dan Miguel Hernández University (UMH) di Elche, berhasil mengidentifikasi sekelompok neuron tertentu yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku emosional dan sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa memperbaiki ketidakseimbangan aktivitas pada sirkuit kecil di otak sudah cukup untuk membalikkan beberapa perilaku yang menyerupai gangguan kecemasan pada tikus.
Penelitian berfokus pada amigdala, wilayah otak yang selama ini dikenal berperan dalam regulasi rasa takut dan kecemasan. Juan Lerma menjelaskan bahwa para ilmuwan sebelumnya telah mengetahui keterlibatan amigdala dalam gangguan emosional, namun penelitian terbaru berhasil mengidentifikasi populasi neuron tertentu yang aktivitas tidak seimbangnya saja sudah cukup untuk memicu perilaku patologis.
Untuk menyelidiki mekanisme tersebut, para peneliti menggunakan tikus hasil rekayasa genetika yang menghasilkan kadar gen Grik4 dalam jumlah sangat tinggi. Peningkatan tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah reseptor glutamat GluK4 sehingga beberapa neuron menjadi lebih mudah terangsang dibandingkan kondisi normal.
Model tikus tersebut sebenarnya telah dikembangkan oleh laboratorium yang sama pada tahun 2015. Hewan-hewan tersebut memperlihatkan perilaku yang menyerupai kecemasan serta kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, karakteristik yang juga sering ditemukan pada gangguan seperti autisme dan skizofrenia.
Tim peneliti kemudian memusatkan perhatian pada neuron-neuron di bagian amigdala yang disebut amigdala basolateral. Dengan menormalkan aktivitas gen Grik4 di wilayah tersebut, komunikasi dengan neuron penghambat di amigdala sentrolateral yang dikenal sebagai regular firing neurons dapat dipulihkan.
Perubahan tersebut menghasilkan dampak yang cukup mencolok. Álvaro García sebagai penulis pertama penelitian menjelaskan bahwa penyesuaian sederhana pada sirkuit tersebut ternyata sudah cukup untuk membalikkan perilaku yang berkaitan dengan kecemasan dan defisit sosial, sesuatu yang menurutnya sangat luar biasa.
Untuk mengevaluasi dampaknya, para peneliti menggabungkan rekaman elektrofisiologi dengan serangkaian uji perilaku yang umum digunakan untuk menilai kecemasan, depresi, dan interaksi sosial pada hewan pengerat. Pengujian tersebut mengamati perilaku seperti keberanian menjelajahi ruang terbuka dan ketertarikan terhadap tikus yang belum dikenal sebelumnya.
Dengan bantuan teknik rekayasa genetika serta virus yang telah dimodifikasi, ketidakseimbangan saraf pada amigdala basolateral diperbaiki secara selektif. Setelah intervensi dilakukan, para peneliti mengamati adanya peningkatan baik pada aktivitas otak maupun perilaku tikus.
Para peneliti juga ingin mengetahui apakah mekanisme yang sama hanya berlaku pada model genetik tertentu atau lebih bersifat umum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pendekatan serupa diterapkan pada tikus normal yang secara alami memiliki tingkat kecemasan tinggi.
Hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan yang sama juga mampu mengurangi kecemasan pada kelompok tikus tersebut. Juan Lerma menuturkan bahwa hasil tersebut memperkuat keyakinan bahwa mekanisme yang berhasil diidentifikasi bukanlah sesuatu yang eksklusif bagi satu model genetik tertentu, melainkan kemungkinan mewakili prinsip umum mengenai cara otak mengatur emosi.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa jalur saraf yang ditemukan dalam penelitian mungkin merupakan bagian dari sistem yang lebih universal dalam pengaturan respons emosional. Pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisme ini dapat membuka peluang untuk mengembangkan terapi yang lebih spesifik di masa depan.
Meskipun demikian, tidak semua gejala mengalami perbaikan. Tikus yang menjalani intervensi masih menunjukkan gangguan dalam memori pengenalan objek. Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa wilayah otak lain kemungkinan turut berkontribusi terhadap aspek tertentu dari gangguan tersebut.
Para peneliti menduga bahwa struktur seperti hipokampus mungkin memiliki peran yang belum tersentuh oleh pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian, pemulihan penuh kemungkinan memerlukan keterlibatan lebih dari satu wilayah otak.
Meski masih terdapat keterbatasan, hasil penelitian memberikan arah baru yang menjanjikan. Juan Lerma berpendapat bahwa penargetan sirkuit saraf yang sangat spesifik berpotensi menjadi strategi yang lebih efektif dan lebih terlokalisasi untuk menangani berbagai gangguan afektif.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa sekelompok kecil neuron di amigdala memiliki peran penting dalam mengendalikan kecemasan dan perilaku sosial. Dengan memulihkan keseimbangan aktivitas pada sirkuit tersebut, para peneliti berhasil membalikkan berbagai gejala yang menyerupai gangguan kecemasan pada tikus. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terapi yang menargetkan jalur saraf tertentu dapat menjadi pendekatan baru yang lebih presisi dalam pengobatan gangguan emosional di masa mendatang.
Diolah dari artikel:
“Scientists reverse anxiety by fixing a tiny brain circuit” oleh Universidad Miguel Hernandez de Elche. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260603015356.htm