Cara Meminum Teh Sangat Menentukan Manfaat Kesehatannya?

Sumber ilustrasi: Unsplash
10 Juni 2026 15.35 WIB – Sains & Technology
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [10.06.2026] Apakah anda gemar mengkonsumsi teh? Teh merupakan salah satu minuman yang telah dikonsumsi manusia selama berabad-abad, awalnya sebagai bahan pengobatan dan kemudian berkembang menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. Berasal dari daun Camellia sinensis, teh dikenal kaya akan senyawa polifenol, terutama katekin, yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada teh hijau, sementara manfaat jenis teh lain seperti teh hitam, teh oolong, dan teh putih masih relatif kurang dipahami. Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai kandungan bahan tambahan serta kontaminan yang terdapat pada sejumlah produk teh komersial.

Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Beverage Plant Research oleh tim Mingchuan Yang dan Li Zhou dari Tea Research Institute, Chinese Academy of Agricultural Sciences, memberikan analisis mendalam mengenai pengaruh konsumsi teh terhadap berbagai kondisi kesehatan. Tinjauan tersebut juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami manfaat dan risiko kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi teh.

Berbagai penelitian eksperimental maupun penelitian pada manusia yang dirangkum dalam kajian tersebut menunjukkan bahwa teh, khususnya teh hijau, memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, obesitas, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Kandungan polifenol di dalam teh menjadi salah satu faktor utama yang diyakini berkontribusi terhadap manfaat tersebut.

Analisis para peneliti menunjukkan bahwa teh hijau memiliki kemampuan melindungi sistem kardiovaskular melalui penurunan tekanan darah dan perbaikan profil kolesterol. Sejumlah studi kohort juga memperlihatkan bahwa konsumsi teh secara teratur berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab, penyakit kardiovaskular, serta beberapa jenis kanker.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, teh juga memiliki potensi dalam membantu pengelolaan berat badan dan pengendalian diabetes. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan serta memperbaiki berbagai parameter metabolik pada individu yang mengalami obesitas.

Kajian tersebut juga menemukan bahwa teh memiliki potensi neuroprotektif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi teh memiliki prevalensi penurunan fungsi kognitif dan biomarker penyakit Alzheimer yang lebih rendah, terutama pada kelompok usia lanjut. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi teh mungkin berperan dalam menjaga kesehatan otak selama proses penuaan.

Manfaat lain yang turut mendapat perhatian adalah kemampuan teh dalam membantu mempertahankan massa otot. Para peneliti menemukan bahwa katekin teh berpotensi mencegah kehilangan massa otot pada lansia, sehingga dapat mendukung kekuatan otot dan meningkatkan performa fisik.

Selain memiliki aktivitas antioksidan, teh juga diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba. Berbagai karakteristik tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa teh dapat berfungsi sebagai salah satu komponen penting dalam pola makan yang mendukung kesehatan.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa tidak semua produk berbahan dasar teh memberikan manfaat yang sama. Produk teh komersial seperti teh botolan dan bubble tea sering kali mengandung gula, pemanis buatan, serta bahan pengawet yang dapat mengurangi atau bahkan meniadakan manfaat kesehatan yang biasanya dikaitkan dengan teh tradisional.

Kajian tersebut juga mengangkat sejumlah kekhawatiran mengenai keberadaan residu pestisida, logam berat, dan mikroplastik dalam teh. Walaupun tingkat paparan tersebut diperkirakan tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan pada pola konsumsi normal, keberadaan kontaminan tersebut tetap menjadi perhatian bagi individu yang mengonsumsi teh dalam jumlah besar dalam jangka panjang.

Selain masalah kontaminan, para peneliti juga membahas potensi gangguan penyerapan nutrisi tertentu. Konsumsi teh dapat memengaruhi penyerapan zat besi non-heme dan kalsium, sehingga dapat menjadi perhatian bagi individu yang menjalani pola makan vegetarian maupun mereka yang memiliki kebutuhan nutrisi khusus.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari teh sangat dipengaruhi oleh bentuk konsumsi dan kualitas produk yang dikonsumsi. Teh tradisional yang baru diseduh dalam jumlah sedang tampaknya memberikan manfaat paling besar, sedangkan konsumsi produk teh olahan yang mengandung berbagai bahan tambahan sebaiknya dilakukan secara lebih bijak.

Para peneliti menilai bahwa penelitian di masa mendatang yang berfokus pada dampak jangka panjang berbagai jenis teh, serta pengaruh kontaminan yang mungkin terkandung di dalamnya, akan membantu memperjelas pemahaman mengenai manfaat dan risiko kesehatan dari minuman yang telah menjadi bagian dari budaya manusia selama berabad-abad tersebut.

Teh, terutama teh hijau, memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes, membantu pengendalian berat badan, menjaga fungsi otak, serta mempertahankan massa otot pada usia lanjut. Akan tetapi, manfaat tersebut dapat berkurang apabila teh dikonsumsi dalam bentuk produk olahan yang kaya gula dan bahan tambahan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam dampak jangka panjang berbagai jenis teh serta pengaruh kontaminan yang mungkin menyertainya.

Diolah dari artikel:
“Tea can improve your health and longevity, but the way you drink it matters” oleh Maximum Academic Press. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/06/260609025534.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *