Sumber ilustrasi: Unsplash
14 April 2026 19.05 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Desanomia [14.04.2026] Obesitas merupakan salah satu tantangan kesehatan yang hingga kini masih menjadi isu dikarenakan peningkatannya secara global dan juga dampaknya terhadap penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung. Dalam suatu penelitian terbaru, ditemukan bahwa nampaknya bahwa dampak obesitas tidak sama pada setiap individu, terutama jika dilihat dari perbedaan jenis kelamin.
Studi dari European Congress on Obesity atau ECO ini mengungkap bahwa pria dan wanita dengan obesitas menghadapi risiko kesehatan yang berbeda. Penelitian yang didukung oleh European Association for the Study of Obesity menunjukkan bahwa distribusi lemak, respons metabolik, dan tingkat peradangan memiliki pola yang berbeda antara pria dan wanita. Temuan ini membuka peluang baru dalam memahami bagaimana faktor biologis memengaruhi perkembangan penyakit.
Tim peneliti dari Dokuz Eylul University menganalisis data dari lebih dari seribu peserta yang menjalani perawatan obesitas. Hasilnya menunjukkan bahwa pria cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dan menyimpan lebih banyak lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ dalam dan berhubungan erat dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Selain itu, pria juga menunjukkan kadar enzim hati, trigliserida, dan kreatinin yang lebih tinggi, yang mengindikasikan adanya tekanan pada fungsi hati dan metabolisme. Pola ini menunjukkan bahwa pria dengan obesitas lebih rentan terhadap komplikasi metabolik dan gangguan organ dalam.
Sebaliknya, wanita dengan obesitas menunjukkan kadar kolesterol total dan LDL yang lebih tinggi. Kondisi tersebut disertai dengan peningkatan penanda peradangan seperti protein C-reaktif dan laju endap eritrosit, yang menunjukkan respons inflamasi yang lebih kuat dalam tubuh.
Penjelasan dari Zeynep Pekel menyebutkan bahwa perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor biologis seperti hormon, sistem imun, dan distribusi lemak. Hormon estrogen berperan dalam pola penyimpanan lemak dan respons peradangan, sementara faktor genetik juga memengaruhi aktivitas sistem imun pada wanita.
Di sisi lain, pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, yang berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit metabolik. Perbedaan ini menunjukkan bahwa obesitas tidak hanya berkaitan dengan jumlah lemak, tetapi juga lokasi dan respons biologis tubuh terhadap kelebihan lemak.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa kondisi seperti sindrom metabolic, yang mencakup tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah yang meningkat, memiliki prevalensi tinggi secara global dan dapat berkembang secara berbeda antara pria dan wanita.
Meskipun memberikan wawasan penting, penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Desain studi yang bersifat potong lintang tidak memungkinkan penentuan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, sebagian besar peserta berasal dari latar belakang etnis tertentu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada populasi yang lebih beragam.
Perbedaan biologis antara pria dan wanita memengaruhi cara obesitas berdampak pada tubuh, mulai dari distribusi lemak hingga respons metabolik dan inflamasi, sehingga pendekatan pengobatan yang lebih personal berbasis jenis kelamin berpotensi meningkatkan efektivitas penanganan obesitas di masa depan. Temuan ini juga berkaitan dengan tren global sindrom metabolik yang terus meningkat, sebagaimana dilaporkan dalam studi di jurnal Nature Communications, serta didasarkan pada abstrak penelitian yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity (ECO) dan telah melalui proses peninjauan oleh komite seleksi konferensi, meskipun publikasi penuh penelitian masih dalam tahap pengembangan.
Diolah dari artikel:
“Men and women with obesity face very different hidden health risks” oleh European Association for the Study of Obesity. (njd)
Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.
Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260413043129.htm