Hangatnya Perairan Perkuat Predator Salmon Alaska?

Sumber ilustrasi: Pixabay
28 April 2026 11.55 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [28.04.2026] Dengan naiknya suhu Bumi dikarenakan oleh perubahan iklim dan pemanasan global, ekosistem perairan dunia dan organisme yang ada didalamnya juga terpengaruh. Banyak studi yang mengaitkan kenaikan suhu air dengan perubahan metabolisme ikan serta dinamika rantai makanan. Interaksi antara spesies invasif dan spesies asli di tengah kondisi yang semakin hangat ini masih menjadi fokus penelitian yang terus berkembang. Dalam studi terbaru dari University of Alaska Fairbanks, mereka menyoroti bagaimana pemanasan air dapat memperkuat peran predator invasif dalam ekosistem sungai di Alaska.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan pike utara yang merupakan spesies invasif di wilayah Southcentral Alaska, mengalami peningkatan konsumsi makanan seiring dengan naiknya suhu air. Para peneliti khawatir peningkatan ini akan menimbulkan permasalahan bagi kelangsungan hidup ikan asli seperti salmon, yang diatas ini juga menghadapi berbagai tekanan lingkungan.

Untuk memahami perubahan ini, para peneliti menganalisis isi perut pike utara yang dikumpulkan oleh U.S. Fish and Wildlife Service di Sungai Deshka selama musim panas 2021 dan 2022. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan sampel serupa yang dikumpulkan sekitar satu dekade sebelumnya di lokasi yang sama. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengamati perubahan pola makan dalam jangka panjang.

Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kelompok usia pike mengalami peningkatan konsumsi ikan ketika suhu air meningkat. Perubahan paling signifikan terlihat pada pike berusia satu tahun, yang tercatat mengonsumsi 63 persen lebih banyak ikan dibandingkan periode sebelumnya. Temuan ini memperlihatkan adanya respons biologis yang kuat terhadap perubahan lingkungan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biological Invasions ini juga mengungkap tren pemanasan yang konsisten di wilayah studi. Suhu udara rata-rata musim panas meningkat sekitar 3 derajat Fahrenheit sejak 1919, dengan tambahan kenaikan 0,8 derajat dalam satu dekade terakhir. Suhu air Sungai Deshka juga tercatat berada di atas rata-rata historis dalam beberapa tahun terakhir. Benjamin Rich dari University of Alaska Fairbanks menjelaskan bahwa pemanasan yang berkelanjutan diperkirakan akan meningkatkan konsumsi ikan oleh pike di masa depan.

Model proyeksi menunjukkan bahwa hingga tahun 2100, pike utara dapat meningkatkan asupan makanannya sebesar 6 hingga 12 persen. Fenomena ini sejalan dengan pola yang diamati di berbagai ekosistem air tawar, di mana peningkatan suhu mempercepat metabolisme predator dan meningkatkan kebutuhan energi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena pike utara merupakan spesies yang diperkenalkan secara ilegal dan kini berbagi habitat dengan salmon Chinook dan coho yang populasinya telah menurun. Menariknya, jumlah salmon yang ditemukan dalam perut pike justru menurun dalam satu dekade terakhir. Peneliti menafsirkan bahwa penurunan tersebut kemungkinan mencerminkan berkurangnya populasi salmon di sungai, bukan karena berkurangnya aktivitas predasi.

Tekanan terhadap salmon tidak hanya berasal dari predator. Peter Westley dari University of Alaska Fairbanks menjelaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan tekanan tambahan terhadap spesies ini. Westley menyampaikan bahwa spesies invasif dan perubahan iklim masing-masing telah dikaitkan dengan kepunahan ikan air tawar, dan keduanya berpotensi saling memperkuat dampaknya di masa depan.

Penelitian ini juga menyoroti kompleksitas perubahan ekosistem. Erik Schoen dari International Arctic Research Center menekankan pentingnya memahami hubungan antarspesies dalam ekosistem sungai. Schoen menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya banyak berfokus pada dampak langsung suhu terhadap salmon, namun interaksi tidak langsung melalui predator, mangsa, dan patogen juga memiliki peran penting dalam menentukan kelangsungan hidup spesies tersebut.

Kontributor lain dalam penelitian ini, Adam Sepulveda dan Jeffrey Falke dari U.S. Geological Survey, serta Daniel Rinella dari U.S. Fish and Wildlife Service, yang turut memperkuat analisis lintas lembaga terhadap perubahan ekosistem ini.

Studi ini menunjukkan bahwa pemanasan suhu air tidak hanya memengaruhi fisiologi ikan, tetapi juga memperkuat peran predator invasif dalam rantai makanan. Peningkatan konsumsi oleh pike utara berpotensi memperburuk penurunan populasi salmon yang sudah tertekan oleh perubahan lingkungan. Interaksi antara perubahan iklim dan spesies invasif menciptakan tekanan ganda yang dapat mengubah keseimbangan ekosistem air tawar dalam jangka panjang.

Diolah dari artikel:
“Warming waters are supercharging an invasive salmon predator in Alaska” oleh University of Alaska Fairbanks. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260424233219.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *