Berjalan Lebih Banyak, Menurunkan Resiko Kesehatan?

Sumber ilustrasi: Unsplash
19 April 2026 15.30 WIB – Umum
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Desanomia [19.04.2026] Seringkan anda mendengar banyak pakar kesehatan yang membicarakan gaya hidup sedentary, yaitu gaya hidup dengan tingkat aktivitas fisik sangat rendah? Banyak ilmuwan memperdebatkan dampak gaya hidup ini terhadap kesehatan kita oleh karena beberapa contoh seperti duduk dalam waktu lama sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini. Akan tetapi, kendati penelitian-penelitian ini menekankan pentingnya mengurangi waktu tidak beraktifitas, masih belum sepenuhnya jelas apakah peningkatan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dapat benar-benar mengimbangi dampak negatif tersebut.

Dalam sebuah studi terbaru dari University of Sydney melalui Charles Perkins Centre, pandangan tersebut mulai berubah. Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa peningkatan jumlah langkah harian dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, bahkan bagi individu yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk. Analisis terhadap lebih dari 72.000 orang menunjukkan bahwa hingga sekitar 10.000 langkah per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 39 persen dan penyakit kardiovaskular sebesar 21 persen.

Penelitian ini menggunakan data dari UK Biobank dengan memanfaatkan perangkat akselerometer untuk mengukur jumlah langkah dan waktu sedentari secara objektif selama tujuh hari. Rata-rata peserta mencatat sekitar 6.222 langkah per hari, dengan kelompok aktivitas terendah berada di kisaran 2.200 langkah. Para peneliti kemudian menghubungkan data tersebut dengan catatan kesehatan, termasuk kejadian penyakit jantung dan kematian, dalam periode tindak lanjut hampir tujuh tahun.

Hasil analisis menunjukkan bahwa manfaat kesehatan tidak hanya terbatas pada individu yang sangat aktif. Sekitar setengah dari penurunan risiko sudah dapat dicapai pada kisaran 4.000 hingga 4.500 langkah per hari. Penurunan risiko terbesar ditemukan pada kelompok yang mencapai 9.000 hingga 10.000 langkah per hari. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan bertahap antara peningkatan aktivitas fisik dan penurunan risiko kesehatan.

Penelitian ini juga memperhitungkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil, seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, pola makan, serta riwayat penyakit. Selain itu, individu dengan kondisi kesehatan buruk atau kejadian medis besar pada awal periode studi dikeluarkan untuk meningkatkan akurasi analisis. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai hubungan antara aktivitas harian dan kesehatan dalam populasi umum.

Berjalan kaki berkontribusi pada peningkatan fungsi kardiovaskular, metabolisme, serta pengendalian berat badan. Aktivitas fisik ringan hingga sedang seperti berjalan juga diketahui membantu memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan tekanan pada sistem jantung. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa bahkan aktivitas sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa berjalan bukanlah solusi tunggal untuk mengatasi gaya hidup sedentari. Aktivitas fisik tetap perlu dikombinasikan dengan kebiasaan hidup sehat lainnya. Selain itu, karena penelitian ini bersifat observasional, hubungan sebab-akibat tidak dapat dipastikan sepenuhnya, meskipun ukuran sampel besar dan metode pengukuran objektif memberikan kekuatan pada temuan.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa waktu duduk yang panjang tidak selalu berujung pada risiko tinggi jika diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Dengan kata lain, peningkatan jumlah langkah harian dapat menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menurunkan risiko penyakit, tanpa harus sepenuhnya menghilangkan waktu duduk yang sulit dihindari dalam kehidupan modern.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan jumlah langkah harian memiliki hubungan kuat dengan penurunan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular, bahkan pada individu dengan waktu duduk yang tinggi. Manfaat kesehatan mulai terlihat pada tingkat aktivitas yang relatif rendah dan mencapai titik optimal pada kisaran 9.000 hingga 10.000 langkah per hari, sehingga berjalan kaki dapat menjadi pendekatan sederhana dan praktis dalam meningkatkan kesehatan populasi.

Diolah dari artikel:
“It doesn’t matter how much you sit — walking more could lower your risk of death and disease” oleh University of Sydney. (njd)

Note: This article was made as part of a dedicated effort to bring science closer to everyday life and to inspire curiosity in its readers.

Link: https://www.sciencedaily.com/releases/2026/04/260417085409.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *